Kecelakaan di Jalan Raya Akibat "Mentalitas Jalan Pintas"
Senin, 29 September 2014 | 11:52 WIBSemarang - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya banyak disebabkan akibat kecerobohan dan rendahnya disiplin para pengguna kendaraan bermotor.
"Itulah yang kita sebut mentalitas jalan pintas,'' tegas Ketua Asosiasi Aman di Jalan (Road Safety Association/RSA) Indonesia, Edo Rusyanto, saat berbicara dalam seminar nasional "Kesiapan Pemerintah dalam Omplementasi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan", di Semarang, Senin (29/9).
Seminar yang digelar Fakultas Hukum dan Komunikasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Yayasan Astra Honda Motor, dan Kementerian Perhubungan itu, dibuka Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dan menghadirkan pembicara Hari Sasono (Ketua Yayasan Astra Honda Motor), Gunadi Sindhuwinata (Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), dan Val Suroto (dosen FHK Unika Soegojapranata).
Edo mengatakan, mentalitas jalan pintas itu lahir sejak masih kanak-kanak, seperti saat nyontek berjamaah dalam ujian agar lulus 100 persen, atau nyogok saat mengurus KTP atau SIM. "Mentalitas itu akhirnya terungkap dalam budaya kita berlalulintas,'' ujar pria penulis buku "Menghapus Jejak Roda" itu.
Pada 2004, korban tewas akibat laka lantas sebesar 31 orang per hari. Tahun lalu, angkanya meningkat menjadi 72 orang per hari. ''Jadi, sejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat presiden sampai di akhir masa jabatannya terjadi peningkatan yang sangat signifikan, yakni 120 persen,'' ujar Edo.
Menurut Edo, dalam kurun waktu 22 tahun terakhir, terdapat 344.000 jiwa tewas akibat laka lantas. "Selama 8 tahun terakhir saja, uang santunan yang telah diberikan mencapai lebih dari Rp 8 triliun,'' ujarnya.
Selama empat tahun terakhir, data menyebutkan 36.000 korban laka lantas merupakan mahasiswa, dan ironisnya para pelakunya juga sebanyak 24.000 berstatus mahasiswa.
Edo mengatakan, penyebab laka lantas terbesar adalah faktor manusia, yakni 46 persen karena tidak tertib dan 32 persen karena lengah. Hal itu disebabkan 3T, yakni tidak tahu, tidak terampil dan tidak peduli. ''Satu kecelakaan di jalan raya akibat kecerobohan atau ketidakdisiplinan pengendara bermotor. Kesalahan satu orang dapat mengakibatkan kecelakaan bagi semua orang di jalan,'' tegasnya.
Bambang Susantono saat membuka seminar mengatakan, disiplin dan budaya tertib berlalulintas perlu dibenahi. Akibat mentalitas yang buruk dan disiplin yang rendah, angka kecelakaan terus bertambah. Pada 2013, terjadi 101.037 laka lantas, dimana 25.000 tewas. ''Saat ini, kecelakaan lali lintas seperti dianggap wajar, tidak seperti halnya dengan kecelakaan pesawat terbang atau kereta api,'' ujar Bambang.
Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Gunadi Sindhuwinata mengatakan, kontribusi industri sepeda motor di Indonesia yang didukung lima agen tunggal pemegang merek (ATPM) terhadap gross domestic product (GDP) sebesar 29 persen. Dari sisi pemasukan negara, pajak pertambahan nilaiu (PPN) menyumbang Rp 8 triliun, dengan nilai investasi Rp 70 triliun. "Tahun lalu produksi sepeda motor 7,7 juta unit, dan tahun ini diperkirakan naik menjadi 8 juta unit,'' ujarnya.
Ironisnya, kata Gunadi, pertumbuhan kendaraan bermotor di Tanah Air yang mencapai 10 persen tak diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur jalan yang hanya 0,1 persen.
Ketua Yayasan AHM Hari Sasono menambahkan, untuk meminimalisir laka lantas budaya disiplin berlalu lintas sangat diperlukan, utamanya keselamatan berkendara (safety riding).
''Saat ini sangat jarang orang mengecek kondisi kendaraan bermotor sebelum berangkat. Perawatan rutin sangat diperlukan, termasuk aturan mengenai modifikasi. Yang lebih penting adalah skill dalam berkendara,'' ujarnya.
Yayasan AHM, kata Hari, membantu meningkatkan disiplin berlalu lintas kepada masyarakat dengan menerbitkan buku panduan tertib, aman dan selamat bersepeda motor di jalan. "Buku ditelah dicetak dua kali pada 2011 dan 2013, dan dibagi-bagiklan gratis kepada pengendara sepeda motor," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




