Kenaikan BBM Takkan Pengaruhi Tarif Transjakarta

Jumat, 7 November 2014 | 21:02 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD

Jakarta - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Antonius Kosasih menyatakan kenaikan harga BBM yang rencananya akan diberlakukan pada November 2014, tidak berpengaruh terhadap harga tiket atau tarif angkutan itu.

"Harga tiket Transjakarta ditentukan Gubernur DKI, selama dari Gubernur DKI tidak ada kenaikan, ya harganya akan tetap," kata Antonius usai dialog bertajuk Saatnya Pemerintah Mendengar Publik untuk Pembangunan Insfrastruktur Transportasi di Jakarta, Jumat (7/11).

Kosasih mengatakan saat ini harga tiket Transjakarta masih disubsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 10.000 untuk satu tiket, sementara satu tiket yang dijual kepada masyarakat adalah Rp 3.500.

"Kami masih didukung anggaran PSO (public service obligation), karena kalau tidak dibantu harga Rp3.500 itu tidak akan mungkin break even point (balik modal)," katanya.

Dia mengatakan Pemrov DKI melakukan subsidi agar mobilitas masyarakatnya meningkat sehingga berpengaruh terhadap kenaikan pertumbuhan ekonomi.

"Kita beruntung punya pemprov yang banyak anggarannya, untuk memberikan subsidi kepada penumpang, kalau pertumbuhan ekonomi naik 'kan mereka (pemrov) akan mendapatkan kembali dari perputaran daerah," katanya.

Namun, terkait biaya operasional, Kosasih mengaku hal itu berpengaruh terhadap biaya operasional, namun tidak signifikan karena sebagian besar angkutannya berbahan bakar gas (BBG).

"Sedikit sekali yang pakai BBM, jadi dampaknya nggak se-signifikan itu," katanya.

Dia menyebutkan saat ini jumlah bus yang ada sebanyak 793 unit, di antaranya 118 bus single solar, 417 bus single CNG dan 258 bus "articulated" CNG, namun hanya 430 bus yang siap guna operasi.

Pada 2015 mendatang, dia mengatakan, akan membeli 70 unit bus tingkat yang akan dioperasikan di kawasan ERP (jalan berbayar elektronik) serta pembelian 234 unit bus "articulated" (gandeng) sebagai penambah armada reguler.

Ada pun kekurangannya, lanjut dia, akan disediakan oleh investor atau operator di mana Transjakarta sendiri membayar sekian rupiah per kilometernya.

"Enggak mungkin pakai skema setoran. Kenapa sekarang kendaraan enggak mau jalan kalau kosong penumpang, karena dia enggak akan dapat uang. Kalau sistemnya dibayar per kilometer, pasti dia mau jalan," katanya.

Namun, dia mengatakan masih dilakukan studi untuk skema tersebut dan rencananya akan diterapkan pada 2015.

Dia mengatakan program kerja jangka panjang lainnya, yakni bisa mengangkut satu juta penumpang per hari dengan pengadaan 1.289 bus pada 2017 mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon