Ini Peta Kekuatan Calon Ketum Golkar Jelang Munas

Jumat, 21 November 2014 | 11:23 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Calon Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (kiri) bersalaman Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung (kanan) disaksikan Calon Ketua Umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso (tengah) sebelum mengikuti pertemuan antara Dewan Pertimbangan Partai Golkar dengan Calon-calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2015-2020 di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (12/11).
Calon Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (kiri) bersalaman Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung (kanan) disaksikan Calon Ketua Umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso (tengah) sebelum mengikuti pertemuan antara Dewan Pertimbangan Partai Golkar dengan Calon-calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2015-2020 di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (12/11). (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Persaingan calon Ketua Umum Golkar menuju Musyawarah Nasional kian memanas. Sejumlah kader Golkar sudah menyatakan diri akan maju dalam kontestasi pertarungan merebut kursi kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Kader senior yang akan maju, antara lain Aburizal Bakrie (ARB), Agung Laksono dan MS Hidayat. Sedangkan kader muda yang siap bertarung dalam perebutan pimpinan partai berlambang pohon beringin ini, di antaranya Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartarto, Hajriyanto Thohari, dan Agus Gumiwang.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie akan maju lagi menjadi calon Ketum Golkar dalam periode yang akan datang. Bahkan menurut pengamat politik dari IndoStrategi Andar Nubowo, ada upaya dari DPP partai Golkar mempercepat Munas agar memuluskan langkah ARB jadi ketum Golkar lagi. Menurutnya, percepatan munas akan memotong garis konsolidasi calon-calon lain untuk memperoleh dukungan dari kader-kader di daerah.

"Percepatan Munas tentunya menguntungkan ARB jadi Ketum Golkar. Apalagi ARB memiliki finansial dan jaringan yang memadai dan kuat untuk tetap menjadi orang nomor satu Partai Golkar," kata Andar saat dihubungi BeritaSatu.com pada Jumat (21/11).

Namun, jika ARB terpilih kembali, menurutnya, akan menjadi kiamat bagi Partai Golkar. ARB, katanya, telah gagal memimpin Partai Golkar. Buktinya dalam pileg 2014, Golkar hanya menjadi partai pemenang kedua dan lebih parah lagi ARB tidak bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden dalam Pilpres. Padahal Golkar meraup suara yang cukup besar.

"Masa depan Partai Golkar akan suram jika ARB terpilih kembali karena ARB adalah figur yang gagal dan tidak punya kemampuan manajerial untuk menggerakan mesin partai,"tandas Andar.

Andar juga mengungkapkan dua politisi senior Golkar Agung Laksono dan MS Hidayat berpotensi menjadi ketum Golkar karena keduanya memiliki modal dan jaringan yang kuat. Agung Laksono selama ini dikenal sebagai salah satu politisi yang berseberangan dengan Aburizal Bakrie. Sedangkan MS Hidayat dinilai sebagai orangnya ARB yang sebelumnya didorong menggantikan ARB.

"Kedua politisi ini bisa jadi ketum Golkar. Tetapi belum punya elektabilitas dan popularitas yang kuat. Selain itu, sudah terlalu senior untuk memimpin partai Golkar sehingga kemungkinan susah membawa perubahan jika menjadi ketum Golkar," jelasnya.

Kader Muda Harus Unjuk Diri

Andar mengharapkan dalam periode yang akan datang, Partai Golkar dipimpin oleh kader-kader muda yang energik, mempunyai visi dan misi serta berintegritas sehingga bisa mengembalikan kejayaan partai yang berlambang pohon beringin ini.

Menurutnya, salah satu kader Golkar yang potensial adalah Hajriyanto Thohari. Andar menilai Hajriyanto merupakan kader Golkar yang berintelektual, punya integritas, dan punya pengalaman politik serta memiliki jaringan yang kuat.

"Namun, Hajriyanto menurutnya harus bekerja keras karena secara finansial tidak kuat," tuturnya.

Airlangga Hartarto, lanjutnya, merupakan kader muda yang potensial juga, punya modal yang cukup dan pengalaman politik yang tidak diragukan. Namun, Airlangga tidak disukai ARB dan pengalaman politiknya belum teruji.

"Agus Gumiwang merupakan kader muda yang punya visi, misi, berintegritas dan punya modal, tetapi harus berjuang keras karena sudah dipecat dari keanggotaan partai Golkar,"katanya.

Selain ketiga kader muda yang telah disebutkan, kader muda lain yang berpotensi jadi ketua umum adalah Priyo Budi Santoso. Menurut Andar, Priyo adalah kader muda yang punya modal, pengalaman politik dan jaringan yang kuat.

"Sayangnya, komitmen anti-korupsi Priyo diragukan karena diduga terlibat dalam kasus korupsi khususnya korupsi Al-quran,"katanya.

Cari Pemimpin Yang Padat Integritas dan Padat Modal

Di tengah persaingan para kontestan merebut kursi kepemimpinan partai Golkar, Andar mengharapkan kader-kader Golkar memilih pemimpin yang berintegritas, kompeten, efektif dan selalu menyuarakan aspirasi rakyat. Hanya dengan pemimpin demikian, menurutnya, Golkar sebagai partai besar dan mempengaruh sejarah bangsa Indonesia kembali ke kejayaannya.

"Pilihannya, mau cari pemimpin yang padat modal saja, padat integritas atau kedua-keduanya. Hajriyanto Thohari dan Airlangga Hartarto bisa dipertimbangkan untuk jadi ketum Golkar periode berikutnya," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon