Kabut Tebal Sulitkan Pemantauan Anak Krakatau
Minggu, 25 Desember 2011 | 01:09 WIB
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kerap tertutup kabut tebal sehingga sulit terpantau oleh petugas melalui pengamatan visual.
"Beberapa hari ini tidak dapat teramati karena curah hujan cukup tinggi," kata petugas pemantau Gunung Anak Krakatau, Hamdani, di pos Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Sabtu.
Ia mengatakan, gunung itu masih mengeluarkan asap putih dari puncaknya yang menandakan aktivitas di dalam dapur magma masih cukup tinggi.
"Ketinggian asap masih sekitar 50 sampai 100 meter yang hanya tampak sesekali saja," katanya.
Para nelayan atau wisatawan diimbau untuk waspada karena peningkatan aktivitas dapat terjadi sewaktu-waktu. "Gunung masih berpotensi mengeluarkan letusan dan erupsi vulkanik," ujar Hamdani. "Nelayan maupun wisatawan diharapkan tetap menjaga jarak aman minimal dua kilometer."
Beberapa hari terakhir gunung sulit terpantau secara visual karena kabut tebal menyelimuti sepanjang hari. Terutama saat curah hujan tinggi di perairan Selat Sunda.
Selain itu, intensitas kegempaan gunung naik-turun dalam beberapa hari ini. Namun, kegempaan masih di bawah seratus kali sehari. Diperkirakan, intensitas kegempaan akan masih puluhan sampai ratusan kali hingga beberapa hari ke depan.
"Beberapa hari ini tidak dapat teramati karena curah hujan cukup tinggi," kata petugas pemantau Gunung Anak Krakatau, Hamdani, di pos Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Sabtu.
Ia mengatakan, gunung itu masih mengeluarkan asap putih dari puncaknya yang menandakan aktivitas di dalam dapur magma masih cukup tinggi.
"Ketinggian asap masih sekitar 50 sampai 100 meter yang hanya tampak sesekali saja," katanya.
Para nelayan atau wisatawan diimbau untuk waspada karena peningkatan aktivitas dapat terjadi sewaktu-waktu. "Gunung masih berpotensi mengeluarkan letusan dan erupsi vulkanik," ujar Hamdani. "Nelayan maupun wisatawan diharapkan tetap menjaga jarak aman minimal dua kilometer."
Beberapa hari terakhir gunung sulit terpantau secara visual karena kabut tebal menyelimuti sepanjang hari. Terutama saat curah hujan tinggi di perairan Selat Sunda.
Selain itu, intensitas kegempaan gunung naik-turun dalam beberapa hari ini. Namun, kegempaan masih di bawah seratus kali sehari. Diperkirakan, intensitas kegempaan akan masih puluhan sampai ratusan kali hingga beberapa hari ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




