Sambut Bonus Demografi, Gerakan Pramuka di "Re-Branding"
Sabtu, 6 Desember 2014 | 19:10 WIBSurabaya - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggagas "re-branding" melalui riset pada enam kota besar dan diskusi publik hingga akhir tahun 2014.
"Insya-Allah, Pramuka akan mulai mengalami re-branding pada tahun 2015," kata Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Tubagus Arie Rukmantara di Surabaya, Sabtu (6/12).
Di sela diskusi terbatas (FGD) di Surabaya, andalan Kwarnas Praia menjelaskan enam kota yang diriset melalui kuesioner dan diskusi adalah Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Bali.
"Indonesia akan menerima bonus demograsi cukup besar yakni 30 juta pemuda pada 2019 dan 100 juta pemuda pada 2030, karena itu Pramuka harus berperan agar bonus itu positif," katanya.
Didampingi Tim Penelitian Kwarnas Pramuka Suharyo Fajri Akmal, ia menyatakan bonus demografi yang positif menghasilkan pemuda yang kreatif, tapi bonus negatif mencetak pemuda nakal.
"Kalau pemuda yang kreatif itu banyak, tentu hasilnya akan luar biasa, tapi kalau pemuda yang nakal itu banyak justru hasilnya akan merugikan bangsa dan negara," katanya.
Namun, katanya, peran Pramuka dalam bonus demografi itu harus disertai dengan relevansi Pramuka bagi pemuda sesuai zamannya, sehingga Pramuka bisa diterima dan diminati.
"Untuk itu, Kwarnas Pramuka di bawah kepemimpinan Kak Adhyaksa Dault melakukan 'Scout for Change' melalui penjaringan masukan dari bawah, di antaranya enam kota," katanya.
Dengan penjaringan masukan pada enam kota yang memiliki banyak pelajar hingga diskusi publik pada akhir Desember 2014, maka Pramuka akan mengalami 're-branding' pada 2015.
"Nantinya, Pramuka hasil re-branding tidak hanya bagus, tapi menarik dan diminati. Misalnya, ada kegiatan musik, social media, entrepreneurship, IT, dan semacamnya, tapi kita tunggu rumusan dari hasil riset dan diskusi publik itu," katanya.
Ia mencontohkan kegiatan HUT Pramuka pada 14 Agustus 2014 berupa selfie bersama Pramuka dan "Pramuka Expert Forum" bersama Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang menarik banyak peminat.
"Itu hanya insidentil, tapi nantinya Pramuka hasil re-branding akan melakukan kegiatan-kegiatan yang mirip itu tapi rutin, bahkan nantinya pemuda akan bangga menulis aktivitas Pramuka dalam biodata (CV)," katanya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Kwarda Pramuka Jatim Bambang SW mendukung kegiatan "re-branding" itu, bahkan hal itu harus dilakukan, apalagi pemerintah saat ini mempercayai Pramuka melalui instruksi wajib kegiatan Pramuka di sekolah-sekolah.
"Dengan re-branding itu nantinya bukan hanya anggota Pramuka yang bangga menulis CV terkait aktivitas kepramukaan, melainkan masyarakat juga akan mempertimbangkan CV Kepramukaan untuk menerima anggota Pramuka sebagai karyawan/pegawai," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




