Pesawat AirAsia Hilang, Komisi V DPR Akan Bentuk Panja
Senin, 29 Desember 2014 | 09:10 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yudi Widiana Adia mendesak Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk bekerja cepat, tepat, efektif dan efisien dalam mengidentifikasi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 di sekitar Tanjung Pandan, Bangka Belitung dan Pontianak, Kalimantan Barat. Apabila dalam tujuh hari tidak ada perkembangan, Komisi V berencana membentuk Panitia Kerja (Panja).
"Saya kira, kalau dalam tujuh hari belum bisa ditemukan Komisi V bisa membentuk Panja untuk mendalami kecelakaan ini," katanya saat dihubungi SP di Jakarta, Senin (29/12).
Untuk itu, Yudi meminta pemerintah untuk transparan memberikan penjelasan mengenai musibah ini agar tidak membingungkan keluarga korban. "Sampai saat ini, pemerintah hanya memberikan penjelasan bahwa pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 itu hilang kontak sejak pukul 06.17 WIB," katanya.
Mengingat lalu lintas penerbangan yang padat dan cuaca buruk, Yudi meminta maskapai penerbangan lain untuk lebih memperhatikan dokumen cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang ada di setiap bandara.
"Kalau seandainya cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan, pilot itu bisa menunda penerbangannya," ujarnya.
Seperti diketahui, BMKG merilis data awan dan cuaca di jalur pesawat AirAsia bernomor registrasi QZ8501 itu pada detik-detik hilang kontak. BMKG stasiun Juanda merilis sepanjang rute penerbangan, kondisi cuaca berawan yang cukup tebal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




