ROUNDUP: 20 Tewas dalam Drama Terorisme Tiga Hari di Paris

Sabtu, 10 Januari 2015 | 05:38 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Infografis dua peristiwa penyanderaan di Paris, 9 Januari 2015.
Infografis dua peristiwa penyanderaan di Paris, 9 Januari 2015. (CBS News)

Paris – Ibukota Prancis dicekam situasi teror sejak Rabu (7/1) hingga Jumat pekan ini, dimulai dari pembantaian di kantor majalah Charlie Hebdo, pembunuhan seorang polisi wanita dan penyanderaan oleh para tersangka yang kabur. Sedikitnya 20 orang tewas termasuk tiga tersangka teroris dalam rentetan peristiwa ini.

Satu tersangka perempuan yang diyakini terlibat dalam serangan terorisme ini dikabarkan lolos.

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan banyaknya korban jiwa dalam drama 72 jam ini menunjukkan adanya kesalahan intelijen.

"Jelas ada yang salah. Ketika 17 orang meninggal, berarti masih banyak celah," kata Valls.

Episode teror ini dimulai Rabu ketika dua bersaudara Chérif Kouachi and Saïd menyerbu kantor majalah Charlie Hebdo dan membunuh 12 orang di dalam dan di luar gedung, sebelum kemudian melarikan diri. Di antara 12 korban itu termasuk dua polisi, salah satunya dihabisi dengan metode eksekusi tembakan di kepala dalam jarak dekat.

Menurut para saksi, para pelaku ini meneriakkan pembalasan demi Nabi Muhammad. Charlie Hebdo adalah majalah satir kontroversial yang sering menyindir berbagai agama, dan beberapa kali menampilkan kartun Nabi Muhammad.

Hari berikutnya, seorang polisi wanita tewas ditembak oleh pria bersenjata otomatis ketika sedang menangani kasus kecelakan mobil di jalan. Polisi merilis foto dua tersangka terkait serangan ini. yaitu pasangan Amedy Coulibaly, 32, dan perempuan bernama Hayat Boumeddiene, 26.

Jumat pagi, dua bersaudara Kouachi menyandera seorang pria di dalam sebuah gudang di pinggiran Paris, sementara Coulibaly dan Boumeddiene menyandera lebih dari selusin orang di sebuah supermarket pada jam makan siang di ibukota. Polisi mengatakan serangan empat orang ini berkaitan.

Beberapa jam kemudian pasukan khusus Prancis menyerbu gudang tempat persembunyian dua saudara itu dari atap dan halaman dan membunuh tersangka yang juga melawan dengan tembakan. Sandera berhasil diselamatkan.

Pada saat yang bersamaan di dalam kota, polisi menyerbu masuk ke supermarket di kawasan bisnis Porte de Vincennes dengan menggunakan granat flashbang, kemudian terlibat baku tembak dengan Coulibaly. Penyandera tewas, namun keberadaan rekan perempuannya tidak diketahui. Saat serbuan usai, ditemukan juga empat jenazah sandera.

Polisi menyebutkan empat sandera itu sudah tewas di awal penyanderaan, dan Coulibaly memang diketahui melepas tembakan di dalam supermarket sebelum pasukan khusus menyerbu masuk.

Menurut live update AFP, dua bersaudara Kouachi adalah anggota Al Qaeda sementara Coulibaly seorang anggota Islamic State (IS).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon