Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Perbatasan Kalimantan-Malaysia
Sabtu, 17 Januari 2015 | 19:19 WIB
Yogyakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan persoalan infrastruktur di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia akan menjadi fokus utama program pembangunan perbatasan pada 2015.
"Karena khusus untuk perbatasan Kalimantan dengan Malaysia memang cukup timpang. Dalam konteks itu kita masih kalah dan tertinggal dengan Malaysia," kata Menteri Basuki di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (17/1).
Menurut dia, fokus utama pembangunan di perbatasan Kalimantan akan diprioritaskan di empat kawasan pintu perbatasan yani di Entikong-Kalimantan Barat, Nanga Badau- Kalimantan Barat, Aruk-Kalimantan Barat dan Nunukan-Kalimantan Utara.
"Sementara untuk 2015 ini kami fokus untuk dua pintu perbatasan dulu yakni Entikong dan Nanga Badau," katanya.
Proses pembangunan infrastruktur di seluruh perbatasan Kalimantan tersebut, menurut dia akan ditargetkan selesai dalam kurun 2-3 tahun.
Adapun gambaran dari pembangunan itu, di antaranya jalan paralel menuju pintu perbatasan akan diperlebar dengan dibuat menjadi empat lajur. Selain itu juga akan dilakukan perbaikan berbagai fasilitas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
"Kondisi jalan dan PLBN akan kami rubah semua dan perbaiki," katanya.
Dijelaskan Basuki, dalam program pembangunan kawasan perbatasan, untuk jangka panjang menyasar tiga kawasan perbatasan utama yakni Kalimantan Barat yang berbatasan Malaysia, Nusa Tenggara Timur (NTT)-Timor Leste, serta Papua- Papua Nugini dengan alokasi anggaran mencapai Rp2 triliun.
Sementara itu, khusus untuk Kalimantan mendapat porsi pembangunan lebih besar karena ditinjau dari infrastruktur jalan maupun fasilitas bangunan sangat timpang dengan Malaysia.
"Kalau untuk NTT serta Papua infrastruktur di pintu perbatasan kita lumayan masih lebih bagus," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




