Nelayan Majene Temukan Paspor dan Mayat, Diduga Teknisi AirAsia

Rabu, 28 Januari 2015 | 14:00 WIB
MS
B
Penulis: M Kiblat Said | Editor: B1
Paspor atas nama Andri Wijaya Poo, lelaki kelahiran Surabaya 30 Maret 1971 ditemukan nelayan diperairan Majene bersama sesosok mayat.
Paspor atas nama Andri Wijaya Poo, lelaki kelahiran Surabaya 30 Maret 1971 ditemukan nelayan diperairan Majene bersama sesosok mayat. (dok.istimewa)

Majene - Maksud (40) nelayan asal Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (28/1) pagi menemukan sesosok mayat terapung di perairan Bonde, Majene, Sulawesi Barat beserta tas jinjing berisi paspor milik Andri Wijaya Poo.

Sumber di Polsek Cendana, Majene, mengatakan, mayat tanpa kepala itu ditemukan Maksud sekitar pukul 08.00 Wita dan langsung dilaporkan kepada petugas yang kemudian mengevakuasi korban ke darat, dibantu nelayan lainnya menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene.

Hasil identifikasi polisi, kondisi jenazah sudah tak dapat dikenali lagi. Di saku celana mayat itu ditemukan identitas bernama Syaiful Rahmat, beralamat di Jalan Surya No 524, Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Makassar, Kodya Jakarta Timur.

Jenazah tersebut diduga merupakan teknisi pesawat AirAsia yang jatuh di Selat Malaka, bulan lalu. Terkait penemuan mayat itu polisi juga masih melakukan penyelidikan, sebab bukan tidak mungkin mayat tersebut adalah korban tindak kriminal.

Selain mayat, nelayan itu juga menemukan sebuah tas jinjing yang didalamnya terdapat paspor atas nama Andri Wijaya Poo, lelaki kelahiran Surabaya 30 Maret 1971. Tas tersebut kini diamankan pihak kepolisian Polres Majene untuk bahan penyelidikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon