JK: Ancam Semua Generasi, Paham Radikal Harus Dicegah Tanpa Kekerasan
Kamis, 19 Maret 2015 | 20:29 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, penyebaran paham ataupun ideologi radikal membahayakan tidak hanya untuk generasi muda, tetapi juga semua kalangan dari berbagai macam usia.
JK mencontohkan peristiwa penyerangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis, yang menewaskan 12 orang dan 10 korban cedera. Menurutnya, dampak dari paham radikal bisa menimpa siapa saja dengan usia berbeda dan jenis kelamin berbeda.
Untuk itu, lanjutnya, langkah preventif atau pencegahan menjadi penting. Dengan catatan, bukan dengan kekerasan.
"Preventif dengan ideologi. Harus dilawan dengan ideologi yang baik, dengan dakwah yang baik, dengan penjelasan yang baik. Tidak bisa lawan ideologi dengan kekerasan, karena itu pikiran. Harus dilawan dengan ideologi," kata JK di kantornya, Kamis (19/3).
Oleh karena itu, JK menggarisbawahi pentingnya penguatan agama dan ideologi kebangsaan sebagai upaya mencegah masuknya paham radikal.
Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno menduga ada sekitar 514 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi bagian dari kelompok radikal Negara Islam (ISIS).
Belakangan ini, juga marak diberitakan perihal 16 WNI yang menghilang di Turki dan diduga bergabung dengan ISIS.
Kemudian, ada 16 WNI lainnya yang diamankan oleh kepolisian Turki karena hendak menyebrang ke Suriah.
Selanjutnya, ada video yang diunggah di situs YouTube, pada 17 Maret 2015, menunjukkan lima orang anak Indonesia tengah dilatih perang oleh kelompok radikal yang diduga ISIS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




