Juni, Taman Monas Akan Bebas PKL
Minggu, 10 Mei 2015 | 20:45 WIB
Jakarta - Seiring peresmian Lenggang Jakarta, yaitu tempat berdagangnya pedagang kaki lima (PKL) di lapangan eks Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRT) Monas, Jakarta Pusat pada Juni mendatang, Pemprov DKI akan melakukan penertiban PKL di dalam taman Monas. Sehingga, pada Juni mendatang, Taman Monas akan bebas dari PKL.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Joko Kundaryo, mengatakan setelah Lenggang Jakarta beroperasi secara resmi pada Juni, maka kawasan dalam Taman Monas tidak akan lagi ada PKL.
Keberadaan PKL di dalam kawasan taman membuat taman yang menjadi ikon Jakarta ini terlihat kumuh dan tak tertata rapi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan UPT Monas, supaya pintu-pintu masuk Monas ditutup bagi PKL sejak Juni. Karena, awal Juni, Lenggang Jakarta akan dibuka secara resmi. Di sana sudah tertampung sebanyak 329 PKL. Mereka dulunya berdagang di lapangan Monas," kata Joko, Minggu (10/5).
Bagi PKL yang masih nekat berjualan di dalam kawasan Taman Monas, maka PKL tersebut akan diberikan tindakan tegas. Penertiban PKL di dalam kawasan Monas akan terus dilakukan dan penegakan hukum akan diberlakukan dengan tegas.
Pengelola Lenggang Jakarta, Mei Batubara mengatakan, Lenggang Jakarta memberikan tempat bagi PKL untuk berjualan di kawasan Monas. Tidak hanya makanan dan minuman yang akan disajikan para pedagang, tetapi juga kerajinan tangan yang dapat menjadi suvenir bagi pengunjung yang datang ke Monas. Juga ada pernak-pernik hiasan serta pakaian yang bercirikan Monas.
"Selain ada 52 jenis makanan, kami juga menyediakan suvenir untuk para wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi Monas," jelasnya.
Tidak hanya itu, untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung, pihaknya juga memberikan fasilitas pendukung lainnya. Seperti jaringan wi-fi gratis, hiburan live music, hingga kios-kios yang dihias oleh grafiti.
"Kami juga sediakan fasilitas seperti musholla dan toilet bagi para pengunjung. Pokoknya kami buat senyaman dan seaman mungkin untuk pengunjung," tuturnya.
Mengenai keamanan makanan yang dijajakan PKL, pihaknya bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengecek makanan dan minuman secara berkala di Lenggang Jakarta. sedangkan untuk menjaga kebersihan, akan ada 18 personel petugas kebersihan yang akan bertugas setiap harinya membersihkan kawasan Lenggang Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




