BPS DKI Lakukan Pemutakhiran Data Kemiskinan DKI Jakarta

Rabu, 13 Mei 2015 | 16:50 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi Kemiskinan
Ilustrasi Kemiskinan (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Untuk mengetahui data terbaru angka kemiskinan di DKI Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta akan melakukan pemutakhiran data angka kemiskinan tahun 2015. Diharapkan pemutakhiran data bisa rampung pada Juli sebelum Lebaran.

Kemudian BPS DKI akan mengolah data tersebut dan diharapkan dapat diumumkan ke publik pada akhir tahun 2015.

Kepala BPS DKI Jakarta, Nyoto Widodo mengatakan sebelum melakukan pemutakhiran data, pihaknya melakukan sosialisasi pemutakhiran basis data terpadu 2015 kepada seluruh jajaran BPS DKI. Dengan begitu mereka mempunyai pemahaman yang sama dalam melakukan pemutakhiran data.

"Jadi yang dilakukan hari ini adalah persiapan pendataan penduduk yang berpendapatan rendah. Data itu kemungkinan besar akan dipakai bila ada bantuan sosial. Dulu kan kita data 2005, 2008, 2011 dan ini 2015," kata Nyoto dalam acara Sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

BPS DKI melakukan pemutakhiran data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dikarenakan program bantuan sosial tidak hanya diperuntukan bagi orang miskin, tetapi juga ditujukan kepada orang-orang berpendapatan rendah.

"Mengapa itu dilakukan, karena kadang-kadang orang yang tidak miskin, kalau ada inflasi tinggi, maka dia bisa jatuh miskin. Saat ini angka kemiskinanJakarta paling rendah di Indonesia. Yang paling tinggk adalah Papua kira-kira 60 persen," ujarnya.

Mengenai permintaan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang menginginkan BPS DKI lebih memperhatikan akurasi data, Nyoto mengatakan untuk mendukung hal itu, pihaknya akan menggelar forum konsultasi publik.

"Nanti kita lakukan forum konsultasi publik. Pendapat RT dan RW kita tampung, mana yang miskin mana yang tidak. Kemudian kita tampung didiskusikan layak atau tidak. Hasilnya ada berita acara dan ditandatangani. Itu yang akan kita data. Informasi dari publik," terangnya.

Kemudian hasil pendataan tersebut akan diolah kembali untuk dilakukan pemeringkatan warga paling miskin, agak miskin, setengah miskin, hampir miskin dan tidak miskin.

"Nanti kalau ada program pemerintah, tinggal lihat dari kemampuan program tersebut. Kami harapkan dapat selesai Juli, sebelum Lebaran, dan akhir tahun bisa kita publish ke publik," ungkapnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan untuk mendapatkan kondisi warga Jakarta diperlukan pemutakhiran data. Tidak hanya untuk mengetahui angka kemiskinan, tetapi juga diketahui penyebab kemiskinan warga Jakarta.

"Kita harus tepat betul untuk mendata. Bukan hanya rumah tangga miskinnya, tapi juga penyebab mereka miskin itu apa. Kemiskinan itu ada banyak penyebabnya," kata Djarot.

Beberapa penyebab kemiskinan adalah ketidakadaan sumber penghasilan alias pengangguran. Kemudian, dia tidak tahu informasi kalau ada banyak program yang menawarkan lowongan kerja.

"Lalu ada juga karena sistem sosial. Mereka msikin karena diperas, atau namanya eksploitasi. Kita lihat dulu. Jadi ini penting sekali untuk melihat sumber kemiskinan. Bila kita sudah tahu dia sudah tidak mampu, karena tua, sudah tidak produktif lagi, atau sakit dan punya kendala-kendala fisik, sudah menjadi tugas pemerintah untuk melindungi mereka," paparnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon