Juni, Jakarta Tuan Rumah New Cities Summit 2015
Selasa, 2 Juni 2015 | 03:57 WIB
Jakarta - Pada bulan Juni ini, Jakarta akan menjadi pusat diskusi mengenai cara mengubah kota menjadi lebih inspiratif, lebih hidup, dan lebih baik secara ekonomi.
Tokoh-okoh dari dunia budaya dan desain akan bergabung dalam konferensi tingkat tinggi, New Cities Summit, yang diikuti 800 audiens pada tanggal 9-10 Juni.
Salah satu tema sentral yang juga akan diangkat adalah bagaimana kota mampu mengubah ruang publik menjadi lebih nyaman melalui program budaya, dan bagaimana mengatur wisata budaya perkotaan.
Pembicara yang akan diundang dalam forum tersebut antara lain Ole Scheeren, Principal of Büro Ole Scheeren – arsitek pembuatan rumah lelang tertua di Tiongkok yang akan dibuka di Beijing; Alan Chong, Director of the Asian Civilizations Museum, Singapore; Theresa Famularo, Founder and Director of Cre8ion, Australia; Leslie Koch, President of the Trust for Governors Island, New York; Marcus Westbury, Founder and Creative Director of Renew Newcastle, Australia; and Joe Sidek, Director of the George Town Festival di Malaysia.
Diskusi mengenai budaya di New Cities Summit akan dipimpin Global Cultural Districts Network (GCDN), yaitu federasi pusat seni dan budaya berskala global yang diinisiasi oleh New Cities Foundation, Dallas Arts District dan AEA Consulting.
"Ruang publik dan atraksi budaya merupakan hal yang penting dalam mengembangkan dan menghidupkan ekonomi suatu kota," kata John Rossant, Pimpinan New Cities Foundation dan GCDN, dalam pernyataan pers yang diterima redaksi.
Saat ini, Global Cultural Districts Network dalam tahun ketiganya telah berhasil membangun jaringan pengetahuan bagi para tokoh budaya di berbagai kota dari Hong Kong ke Dallas.
"Kami antusias untuk mengunjungi Indonesia bulan Juni ini guna memperkuat jaringan pengetahuan serta memunculkan ide-ide baru masa depan budaya perkotaan di tingkat dunia," ujarnya.
Direktur GCDN Adrian Ellis menambahkan: "Jakarta seperti kebanyakan kota-kota lain di Asia, tengah mengalami transisi yang sangat cepat. Urgensi perencanaan di bidang publik menjadi lebih tinggi, sekaligus lebih menantang daripada sebelumnya. Untuk itu dibutuhkan desain yang cerdas dan strategi yang sesuai."
Dalam beberapa dekade ke depannya, sekitar US$ 250 miliar diprediksi akan dikucurkan untuk merealisasi kawasan budaya di berbagai belahan dunia. GCDN diluncurkan di tahun 2013 dalam acara New Cities Summitdi São Paulo, Brasil, dengan misi mempercepat kerjasama dan menciptakan medium untuk saling berbagi pengetahuan bagi para pengambil keputusan.
Dalam forum ini berbagai kota bisa saling membantu merencanakan, membiayai, membangun, dan mengoperasikan kawasan budaya, serta memastikan bahwa proyek-proyek ini dapat berkontribusi terhadap vitalitas kota-kota era abad ke -21.
Para anggota GCDN dan siapapun yang tertarik untuk bergabung dalam diskusi kebudayaan akan bertemu pada tanggal 8 Juni, sehari sebelum New Cities Summit 2015, untuk mendiskusikan kawasan budaya dan tantangan untuk mencari titik temu di antara keberagaman ekspektasi dan permintaan dari komunitas.
Diskusi budaya akan berjalan bersama dengan program-program New Cities Summit lainnya. Tema yang diangkat untuk New Cities Summit tahun ini adalah "Meraih Momen Perkotaan: Kota-kota yang ada di Jantung Pertumbuhan dan Pembangunan."
New Cities Summit akan diadakan di Ciputra Artpreneur, sebuah bangunan berukuran 10.000 meter persegi di Jakarta yang memiliki fasilitas galeri, museum, teater dan konferensi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




