Kejang-kejang, Murid SD Tewas Tenggelam

Senin, 8 Juni 2015 | 22:45 WIB
MN
YD
Penulis: Mikael Niman | Editor: YUD
Ilustrasi orang tenggelam
Ilustrasi orang tenggelam (Istimewa)

Bekasi - Johansen (9), bocah Kelas III Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pengasinan VIII, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia di kolam renang setelah mengikuti ekstrakurikuler renang. Bocah malang ini sempat mengalami kejang-kejang sebelum tenggelam di dalam kolam renang berkedalaman satu meter.

Berdasarkan keterangan Kepala SDN Pengasinan VIII, Yati Suryati, kejadian terjadi pada Senin (8/6) sekitar pukul 12:00 WIB.

"Saat itu, ada kegiatan ekstrakurikuler renang di Kolam Renang Bintang Sport Mustikajaya," ujar Yati Suryati di rumah duka Perumahan Griya Mustikasari, Jalan Cempaka, Blok D, Nomor 15, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (8/6)

Dia mengatakan, kejadian berawal saat guru pembimbing ekstrakurikuler renang meminta murid Kelas III D untuk naik dari kolam renang karena pelajaran renang telah selesai.

Ketika semua siswa telah telah naik dari kolam renang, Johansen tiba-tiba menghilang pengawasan guru pendamping. Dan guru pendamping mendapati korban telah tenggelam di kolam renang.

‎"Kami sudah tanya kepada guru pendamping saat itu, sebelum pulang ke rumah sudah mengabsen seluruh murid. Saya kaget mendengar ada anak didik kami yang meninggal saat ekskul renang," katanya.

Yati mengatakan, kedalaman air di kolam renang tersebut lebih rendah dibanding dengan tinggi badan Johansen.

‎Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bantargebang, Iptu Eko Wisnu Setiawan, mengatakan hasil pemeriksaan beberapa saksi, diketahui korban mengalami kejang-kejang sebelum tenggelam di kolam renang.

"Saat itu, korban mengalami kejang-kejang di kolam, petugas kolam renang sempat membawa ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak tertolong," kata Kanit.

Pihaknya, ujar Kanit, mengaku kesulitan lantaran pihak keluarga belum memberi keputusan untuk proses autopsi.

Saat ini, sudah ada tiga saksi yang telah diperiksa di Mapolsek Bantargebang yakni dua penjaga kolam renang, dan satu guru pendamping. "Kami masih melakukan proses lidik (penyelidikan)," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon