Di Depan Ribuan Prajurit, Panglima TNI Tekankan Pentingnya Permildas
Kamis, 11 Juni 2015 | 01:00 WIB
Jakarta - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, memberikan pengarahan kepada 1.564 prajurit TNI yang berasal dari tiga angkatan (darat, laut, dan udara), serta Dharma Pertiwi Garnisun Tetap II/Bandung, di Hanggar Lanud Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/6).
Dalam acara tersebut, Panglima didampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ibu Koes Moeldoko, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI M. Yunus, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Karsiyanto dan Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan.
Dalam pengarahannya, Moeldoko menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang telah bekerja dengan baik, sehingga posisi TNI sebagai sebuah lembaga saat ini menempati posisi tertinggi dalam konteks kinerja. Menurutnya, hal yang mendasar adalah persoalan disiplin dan Peraturan Militer Dasar (Permildas), karena di situlah keunggulan para prajurit.
"Bisa dibayangkan, kalau prajurit tidak disiplin dan tidak menjalankan permildas, akan sangat membahayakan. Untuk itu, saya tidak segan-segan melakukan penekanan, mengingatkan, dan tanpa itu kita tidak bisa berbuat banyak untuk menyiapkan pasukan," kata Moeldoko.
"Saya ingatkan kepada unsur-unsur komando untuk bekerja keras lagi, untuk menekankan persoalan disiplin dan permildas. Sebagai komandan tidak ragu-ragu menegur prajurit yang tidak menjalankan peraturan dengan baik, dan tidak ada toleransi di dalam penegakan disiplin dan permildas. Sebab, permildas adalah peraturan militer dasar yang harus dimiliki semua prajurit TNI," tegas Moeldoko.
Sementara itu terkait masalah ego sektoral, Panglima TNI kembali menegaskan untuk menghilangkan ego sektoral masing-masing angkatan, karena ego sektoral tidak akan memunculkan kekuatan, akan tetapi justru membawa kelemahan.
"Tidak perlu lagi kita tunjukkan ego per angkatan, tetapi yang kita bangun adalah bagaimana upaya menuju interoperability, karena semua memiliki kesadaran bersama, membangun emosi bersama untuk mewujudkan soliditas. Dari situ akan terbangun interoperability, itu yang akan kita capai. TNI adalah lembaga yang terstruktur, memberi garis komando yang jelas dan tegas serta solid sehingga kondisi ini harus ditingkatkan dari waktu ke waktu," tandas panglima.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




