Hanson International Teken Pinjaman US$ 800 Juta
Selasa, 16 Juni 2015 | 08:58 WIB
Jakarta - Emiten di sektor energi dan properti, PT Hanson International Tbk (MYRX) mendapat pinjaman senilai Rp 800 miliar bank ICBC. Dananya digunakan untuk keperluan modal kerja anak usaha perseroan di bidang properti.
"Pinjaman itu terdiri dari dua jenis," ungkap Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Hanson International Rony Agung Suseno melalui keterangan resmi yang dirilis, Senin (15/6).
Rony merinci pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman tetap instalment (PTI) sebesar Rp 500 miliar dengan tenor lima tahun dan tambahan satu tahun masa tenggang (grace period). Di samping itu, pinjaman tetap on demand (PTD) sebesar Rp 300 miliar dengan tenor dua tahun dan masa tenggang satu tahun.
Hanson International sebelumnya adalah perusahaan pertambangan yang beralih ke properti setelah mengakuisisi PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) pada 2013 senilai Rp 4 triliun yang didapatkan dari dana right issue. MMJ tercatat memiliki land bank seluas 3.200 hektare (ha) di Maja dan Serpong, Jawa Barat.
Sebelumnya, Direktur Utama Hanson International, Benny Tjokrosaptro Hanson International membidik pendapatan tahun ini sebesar Rp 3 triliun dan laba bersih Rp 750 miliar. Besaran tersebut merupakan akumulasi pra penjualan marketing (marketing sales) tahun lalu senilai Rp 1,2 triliun dan marketing sales tahun ini yang ditargetkan Rp 3 triliun.
Menurut Benny, meski tahun ini proyek-proyek properti perusahaan sudah mencatatkan marketing sales, namun belum bisa dimasukkan ke laporan keuangan periode 2014. Hal ini dikarenakan marketing sales merupakan pemesanan properti yang pendapatannya baru diraup tahun ini. "Sehingga pendapatan kami untuk laporan keuangan buku 2014 masih dari sektor pertambangan," jelas Benny kepada Investor Daily, belum lama ini.
Sepanjang kuartal I-2014, Hanson International mencatatkan pendapatan sebesar Rp 45,12 miliar atau melonjak 58,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 28,43 miliar. Sementara, laba tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp 8,53 miliar melejit 648,25 persen dari sebelumnya Rp 1,14 miliar. Adapun, debt on equity (DER) perseroan tercatat sebesar 0,18 kali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




