Logo BeritaSatu

Meninggal, Siti Fajriyah Tak Diminta Pertanggungjawaban Hukum di Kasus Century

Rabu, 17 Juni 2015 | 04:32 WIB
Oleh : Firman Qusnulyakin / CAH

Jakarta - Pelaksana Tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP menegaskan, status pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban hukum terhadap Siti Chalimah Fajriah terkait kasus bailout Bank Century, dihentikan.

Pasalnya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu, meninggal Selasa (16/6).

Advertisement

"Ya, tentu dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus Century tidak diteruskan," ujar Johan, Selasa (16/6).

Siti Chalimah sebelumnya disebut sebagai pihak yang patut diminta pertanggungjawaban hukum dalam dugaan korupsi dalam pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dan Penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Status itu diberikan lantaran Siti terkena stroke. Hingga meninggal, ia belum pernah jalani pemeriksaan di KPK, meski sempat diagendakan. Namun kondisi kesehatan hingga belum pernah dimintakan keterangan.

Adapun koleganya, Budi Mulya sudah divonis 15 tahun penjara. Budi dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Johan pun menyatakan, KPK turut berduka atas wafatnya Siti. "Kami turut berduka cita," tegas dia.

Siti Chalimah dan Budi Mulya diduga menjadi pihak yang merekayasa perubahan persyaratan CAR di Bank Indoneisa. Perubahan itu disinyalir supaya Bank Century memperoleh FPJP dari BI. Pada 30 September 2008, CAR Bank Century hanya positif 2,35 persen.

Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 10/26/PBI/2008 tentang FPJP Bagi Bank Umum tanggal 30 Oktober 2008, mensyaratkan bank umum yang bisa memperoleh FPJP harus memiliki CAR minimal delapan persen.

Namun tak sampai sebulan aturan itu diubah. BI kemudian mengeluarkan PBI No. 10/20/PBI/2008 tanggal 14 November 2008. Intinya, peraturan itu merevisi persyaratan bank penerima FPJP, dari semula bank harus memiliki CAR minimal delapan persen menjadi CAR hanya positif saja.

Setelah perubahan PBI, Bank Century mendapatkan kucuran FPJP senilai Rp 502,07 miliar. Belakangan, Bank Century kembali mendapatkan pinjaman Rp 187,32 miliar. Sehingga total FPJP yang dikeluarkan BI untuk Bank Century mencapai Rp 689 miliar.

Setelah FPJP tak membantu, maka diputuskan dilakukan rapat KSSK, guna menentukan nasib Bank Century dan mengantisipasi terjadinya dampak sistemik dari kegagalan Bank Century. Dalam rapat itu diketahui, Bank Indonesia ngotot agar Bank Century ditetapkan gagal berdampak sistemik.

Saat itu diketahui, dana talangan untuk Bank Century hanya dibutuhkan senilai Rp 600an miliar. Namun setelah diaudit ulang, terjadi pembengkakan dana hingga Rp 6,7 triliun.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pedagang Pasar Pramuka Setop Penjualan Obat Sirop Praxion

Pedagang Pasar Pramuka telah menyetop penjualan obat sirop penurun demam anak Praxion setelah ditemukannya kasus baru gangguan ginjal akut pada anak.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kisah Pilu Juli, Ayah Korban Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

Sambil menahan tangis dengan wajah nanar, Juli menceritakan kepergian sang anak Rizky, yang sempat dilarikan ke (RSUP) Persahabatan Jakarta Timur, pada Juli 2022.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Jokowi Dorong RUU Perampasan Aset Segera Diundangkan

Presiden Jokowi mendorong agar RUU tentang Perampasan Aset dalam Tindak Pidana untuk segera diundangkan dan RUU Pembatasan Transaksi Kartel segera dibahas.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Anak Ditemukan di Solo

Tim Advokasi untuk Kemanusiaan mengaku telah menerima laporan adanya anak di Solo yang mengalami gejala gagal ginjal akut usai minum obat Praxion.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Sidang Class Action Gagal Ginjal Akut Ditunda hingga 28 Februari 2023

Sidang perdana gugatan class action kasus gagal ginjal akut pada anak ditunda karena empat pihak tergugat yang tidak hadir dalam persidangan.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Kimia Farma: Obat Sirop Praxion Bukan Produk Perseroan

PT Kimia Farma Tbk secara tegas membantah memproduksi obat sirop penurun demam merek Praxion.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Hadiri 1 Abad NU, Ganjar Disambut Meriah Ribuan Nahdliyin

Ganjar Pranowo menghadiri 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/1/2023). Ganjar pun disambut meriah ribuan Nahdliyin.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Cegah Diabetes Anak, Batasi Konsumsi Gula Maksimal 50 Gram

Maraknya minuman berpemanis menjadi sorotan di tengah meningkatnya kasus diabetes anak.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Praxion Sempat Dinyatakan Aman, Pengawasan BPOM Dipertanyakan

Ditemukan kembali dua korban gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) setelah mengonsumsi obat Praxion.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Ratusan Warga Bersenjata Tajam Menyerang Polres Malinau

Ratusan warga bersenjata tajam menyerang Polres Malinau, Kalimantan Utara lantaran tidak terima setelah ada warga yang tewas akibat tertembak peluru polisi.

NASIONAL | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Neymar Menangkan Penghargaan Samba d Or

Neymar Menangkan Penghargaan Samba d'Or

BOLA | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE