Pekan Depan Rekonstruksi Tabrakan Maut Tugu Tani

Minggu, 29 Januari 2012 | 15:17 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati/SIT | Editor: B1
Tim Laboratorium Forensik dari Mabes Polri, melakukan olah tempat kejadian perkarakecelakaan maut di halte bus Tugu Tani, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. FOTO : Joanito De Saojoao/Suara Pembaruan
Tim Laboratorium Forensik dari Mabes Polri, melakukan olah tempat kejadian perkarakecelakaan maut di halte bus Tugu Tani, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. FOTO : Joanito De Saojoao/Suara Pembaruan
Saat ini polisi mengaku masih fokus menyusun berkas-berkas kasus tersebut, termasuk melakukan kajian soal penerapan pasal baru.

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bakal menggelar rekonstruksi kasus tabrakan maut di Tugu Tani pada pekan depan. Kini, polisi mengaku tengah fokus menyusun berkas-berkas kasus tersebut.

"Rekonstruksi belum kami jalankan. Rencananya minggu depan, namun harinya belum bisa kami tentukan. Bisa Selasa, Rabu, atau hari lainnya. Yang pasti minggu depan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Rikwanto, Minggu (29/1).

Dikatakan Rikwanto, saat ini polisi tengah menyusun berkas-berkas kasus tersebut dan memfokuskan pada penerapan unsur-unsur pasal (dakwaan). "Kami sudah gelar perkara, melibatkan pakar hukum dan rekan-rekan penyidik, untuk sumbang saran bagaimana penerapan unsur pasalnya. Termasuk melakukan kajian guna mengetahui apakah bisa menambah pasal baru untuk memberatkan tersangka," tambahnya.

Rikwanto menuturkan, segala kemungkinan bakal dibuka untuk dikaji secara akademis, namun tidak lari dari koridor hukum. Termasuk pasal kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya korban dan pasal narkoba.

Sementara itu, terkait kondisi terakhir tersangka Apriyani Susanti (29), Rikwanto mengungkapkan bahwa kondisinya dalam keadaan baik. Menurutnya, keluarga dan pengacara tersangka sudah beberapa kali mengunjunginya.

"Ia sudah beberapa kali dikunjungi. Dengan pertimbangan yang wajar, kami persilakan pengacara atau keluarganya mengunjunginya. Tentunya harus melalui penyidik terlebih dahulu," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon