Gatot Nurmantyo: Kalau Asal "Grounded" Hercules, Kita Pakai Apa?
Rabu, 1 Juli 2015 | 23:53 WIB
Jakarta - Calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan menghentikan operasional (grounded) pesawat TNI AU Hercules karena dinilai sudah tua tidak bisa dilakukan asal-asalan menyusul desakan sejumlah pihak agar TNI segera melakukan setop flying Hercules pascakecelakaan di Medan, Sumatera Utara.
"Kalau diberhentikan semua sekaligus, kita pakai apa nanti?" kata Gatot di Jakarta, Rabu (1/7).
Gatot menyatakan TNI memiliki banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista), baik yang baru, maupun tua seperti pesawat Hercules C-130 buatan tahun 1954. "Yang lama kita pelihara. karena kita bukan negara kaya," kata Gatot.
Meski sejumlah alutsista TNI tua namun Gatot menegaskan, setiap pesawat yang terbang sudah mendapatkan izin laik terbang. "Pesawat itu yang dilihat kelaikan terbangnya. Jadi kalau sudah diperintahkan boleh terbang, secara teknis pasti sudah laik terbang. Kalau tak laik, pasti tak diterbangkan," tandasnya.
Di sisi lain Gatot mengungkapkan, bukan hanya Indonesia yang memakai pesawat tua tersebut. Militer Singapura, Filipina, dan Banglades juga melakukan hal yang sama karena dirawat dengan baik.
Meski demikian, dia sepakat ke depan Indonesia harus mengubah kebijakan dalam pengadaan pesawat militer, yakni mendahulukan barang baru. Pasalnya, hibah pesawat tua juga membutuhkan biaya tinggi atau mendekati biaya pembelian pesawat baru.
"Pesawat udara beda dengan darat. Kalau di darat, kalau kendaraan mogok, bisa diperbiki. Kalau pesawat, ya hancur. Komitmen, untuk pesawat udara harus yang baru," ulasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




