Di Bidang Kesehatan, Pemerintah Dinilai Takut Lakukan Terobosan
Jumat, 7 Agustus 2015 | 21:20 WIB
Depok - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Profesor Hasbullah Thabrany menilai pemerintah takut melakukan berbagai terobosan untuk kesehatan masyarakat Indonesia.
Salah satu contohnya, belum juga meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), padahal hampir seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah meratifikasinya.
"Pemerintah juga tidak punya keberanian untuk menaikkan harga rokok agar tidak bisa diakses anak-anak. Jelas sekali terlihat kalau pemerintah lebih memihak kepada industri, bukan kepada rakyat," kata Hasbullah di kampus UI, Depok, Jumat (7/8).
Begitu juga dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yakni iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan pemerintah sangat kecil, sehingga berimbas pada mutu layanan kesehatan.
"Saya usulkan agar iuran PBI itu Rp 40.000 per orang per bulan, tetapi susah. Sementara untuk pejabat, iuran jaminan kesehatanya bisa sampai Rp 1,6 juta. Giliran untuk pejabat, ada duitnya, tetapi kalau untuk rakyat dibilangnya tidak ada. Seharusnya itu kebijakan yang dibuat lebih memihak ke publik," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




