Tak Disetujui Berlatih dengan Kopassus, Polri Lirik Inggris
Jumat, 21 Agustus 2015 | 15:02 WIB
Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti tak ambil pusing setelah permohonannya supaya Brimob dapat berlatih antiteror bersama dengan Kopassus tak mendapatkan lampu hijau dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
"Memang kita (Brimob) itu memerlukan kemampuan untuk bisa melakukan penjajakan di hutan dan operasi di hutan karena (ilmunya) berbeda dengan kita. Juga bagaimana kita bertahan dan bagaimana sistem evakuasinya," kata Badrodin di Mabes Polri Jumat (21/8).
Maka itu, berdasarkan kebutuhan itu, ditambah fakta beratnya medan pengejaran teroris kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, termasuk peristiwa tertembaknya AKP (A) Bryan Theophani yang merupakan Kasubden Gegana Poso Den B Brimob Landangan Poso, Rabu (19/8) membuat Badrodin sempat memunculkan ide untuk membekali Brimob dengan ilmu-ilmu Kopassus.
"Panglima sudah memberikan jawaban, bahwa tidak (bisa) dilakukan (latihan) di (Kopassus) di Batujajar. Tapi dilakukan di Rindam-Rindam. Saya pikir, kalau di Rindam, sama dengan latihan lainnya maka kita akan menerima tawaran dari beberapa negara saja," bebernya.
Menurut Badrodin, salah satu negara yang dipertimbangkan untuk melatih Brimob adalah Inggris. Negeri Ratu Elisabeth itu telah berkomitmen memberikan bantuan yang dibutuhkan Polri.
"Kita akan jajaki nanti. Belum ada waktunya kapan. Semuanya harus kita pelajari. Kita ada beberapa alternatif. Kita bisa dengan beberapa negara lain juga," sambungnya.
Di benak Badrodin, jika kelak benar Brimob dilatih Inggris, maka polisi akan memilih tempat latihan tertentu. Instruktur dari sana yang akan didatangkan ke Indonesia. Baik itu instruktur terkait ilmu kepolisian ataupun militer.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




