Pembebasan Sandera, Panglima TNI Telah Berkoordinasi dengan Papua Nugini

Selasa, 15 September 2015 | 20:12 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengemukakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Papua Nugini (PNG) terkait pembebasan dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah perbatasan Indonesia dengan PNG.

Menurut panglima, TNI belum dapat bertindak lebih jauh karena masih menyerahkan sepenuhnya upaya pembebasan ke pihak PNG. Hal itu terjadi karena lokasi penyanderaan berada di wilayah PNG.

"Ya, pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan PNG. Dari PNG sudah mengadakan negosiasi terhadap yang di sana (OPM, Red)," kata Gatot di Jakarta, Selasa (15/9).

Gatot menegaskan TNI berada dalam posisi yang siap untuk dibutuhkan jika akhirnya PNG meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Meski demikian, Gatot tidak menjelaskan secara perinci persiapan TNI dalam upaya pembebasan sandera tersebut.

"Kita tunggu dan pantau saja. TNI 24 jam siap, diperintah sekarang pun kami siap," tegas Gatot.

Sebagaimana diketahui, dua warga Indonesia disandera OPM di Skowtiau, pekan lalu. Kasus tersebut berawal saat 4 WNI tengah menebang kayu di kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Kampung tersebut merupakan salah satu daerah yang berada di perbatasan Indonesia dengan PNG. Satu dari empat WNI itu lalu ditembak kelompok bersenjata tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon