Udara di Pulau Bintan Memburuk

Rabu, 23 September 2015 | 21:17 WIB
B
IC
Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Landasan pacu tidak beroperasi karena diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, di Pekanbaru, Riau.
Landasan pacu tidak beroperasi karena diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, di Pekanbaru, Riau. (Antara/Rony Muharrman)

Tanjungpinang - Udara di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) pada hari ini memburuk akibat asap tebal dari beberapa kawasan di Sumatera, kata Kepala Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika Tanjungpinang Dhira Utama.

"Jumlah hotspot di Sumatera meningkat menjadi 567 titik. Ini yang menyebabkan jarak pandang di Kepri, khususnya Pulau Bintan menurun," katanya di Tanjungpinang, Rabu (23/9).

Dia menjelaskan di Kepri tidak ditemukan hotspot, namun asap dari Sumatera mencemari udara di wilayah ini. Jarak pandang di Pulau Bintan mulai pagi hingga sore memburuk.

"Pukul 15.00 WIB jarak pandang hanya 1.600 meter. Ini mengganggu penerbangan dan pelayaran," ujarnya.

Padahal kondisi udara di Pulau Bintan sehari sebelumnya lebih kondusif dibanding kondisi pekan lalu. Jarak pandang saat itu masih cukup kondusif 7-8 km.

Namun Dhira mengatakan hujan skala lokal diperkirakan terjadi hari ini. Sementara untuk transportasi laut ketinggian gelombang masih cukup kondusif namun waspadai berkurangnya jarak pandang akibat asap. Tinggi gelombang laut di perairan Tanjungpinang 0,5 -1,3 m, Batam 0.5-1.3 m Bintan dan Lingga 1-2 m, Anambas dan Natuna 1-2 m.

"Cuaca diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dengan potensi lokal. Angin mulai bertiup variabel antara timur - selatan menunjukkan dimulainya periode peralihan," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon