Asap Tebal Masih Selimuti Jambi

Jumat, 9 Oktober 2015 | 08:14 WIB
RS
B
Penulis: Radesman Saragih | Editor: B1
Asap tebal yang kembali menyelimuti Kota Jambi tiga hari terakhir membuat kegiatan transportasi air di Pelabuhan Tanggo Rajo, Sungai Batanghari, Kota Jambi lumpuh. Para pemilik kapal banyak yang menghentikan kegiatan pelayaran karena jarak pandang di sungai hanya 200 - 300 meter. Terlihat pelabuhan sungai Tanggo Rajo, Kota Jambi sepi dari kegiatan kapal, 26 September 2015.
Asap tebal yang kembali menyelimuti Kota Jambi tiga hari terakhir membuat kegiatan transportasi air di Pelabuhan Tanggo Rajo, Sungai Batanghari, Kota Jambi lumpuh. Para pemilik kapal banyak yang menghentikan kegiatan pelayaran karena jarak pandang di sungai hanya 200 - 300 meter. Terlihat pelabuhan sungai Tanggo Rajo, Kota Jambi sepi dari kegiatan kapal, 26 September 2015. (Suara Pembaruan/ Radesman Saragih)

Jambi - Asap kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti wilayah Kota Jambi kendati hujan sudah mulai turun di daerah tersebut. Hujan belum mampu menghilangkan asap karena intensitas hujan masih ringan dan belum seluruhnya kebakaran hutan dan lahan di Jambi padam. Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, kebakaran hutan dan lahan masih terdapat di Kabupaten Tebo.

Pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Jumat (9/10) pagi, asap masih menyelimuti kota itu. Asap membatasi jarak pandang di bawah satu kilometer, sehingga pesawat belum bisa mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi. Hujan ringan yang mengguyur Kota Jambi Kamis (9/10) subuh belum mampu mengilangkan asap. Namun hujan mengurangi ketebalan asap dan menghilangkan debu kebakaran hutan, sehingga pencemaran udara berkurang.

Berkurangnya pencemaran udara membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menginstruksikan seluruh sekolah di kota itu memulai kegiatan belajar. Kegiatan sekolah di Jambi mulai kembali sejak Senin (5/10). Kegiatan belajar di setiap sekolah selama asap masih menyelimuti Kota Jambi hanya sampai pukul 12.00 WIB. Sekolah di Kota Jambi diliburkan selama September hingga awal Oktober akibat asap tebal.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Provinsi Jambi, Rosmeli mengatakan, hujan ringan yang mengguyur Kota Jambi dan beberapa kabupaten selama tiga hari mulai menurunkan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Angka ISPU di Kota Jambi Kamis – Jumat (8 – 9/10) berada pada kisaran 300 – 309 partikel per million (ppm). Angka tersebut menunjukkan udara di Kota Jambi masih masuk kategori tidak sehat.

"Sebelum turun hujan tiga hari lalu, angka ISPU di Kota Jambi sempat mencapai 500 – 600 ppm atau masuk kategori udara berbahaya. Kalau hujan masih turun hingga beberapa hari ke depan, angka ISPU tersebut kami perkirakan akan turun lagi dan kondisi udara semakin sehat," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar menjelaskan, jumlah korban akibat bencana asap, kebakaran hutan dan lahan di Jambi sejak Juli 2015 cukup banyak. Kerugian akibat bencana asap, kebakaran hutan dan lahan juga cukup tinggi.

Dikatakan, korban penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di Provinsi Jambi sejak daerah itu dilanda bencana asap sejak Juli–awal Oktober ini lebih 60.000 orang. Korban meninggal yang diduga akibat ISPA dua orang. Sedangkan korban meninggal akibat kebakaran hutan dan lahan tiga orang.

"Kerugian materi akibat bencana asap mencapai miliaran rupiah. Kerugian tersebut akibat batalnya 500 jadwal penerbangan dari dan ke Jambi sejak Agustus – awal Oktober ini. Kemudian kerugian materi akibat terbakarnya sekitar 7.500 hektare hutan dan lahan juga mencapai miliaran rupiah," ujar Arief.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon