Asap Tebal Masih Selimuti Jambi
Jumat, 9 Oktober 2015 | 08:14 WIB
Jambi - Asap kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti wilayah Kota Jambi kendati hujan sudah mulai turun di daerah tersebut. Hujan belum mampu menghilangkan asap karena intensitas hujan masih ringan dan belum seluruhnya kebakaran hutan dan lahan di Jambi padam. Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, kebakaran hutan dan lahan masih terdapat di Kabupaten Tebo.
Pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Jumat (9/10) pagi, asap masih menyelimuti kota itu. Asap membatasi jarak pandang di bawah satu kilometer, sehingga pesawat belum bisa mendarat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi. Hujan ringan yang mengguyur Kota Jambi Kamis (9/10) subuh belum mampu mengilangkan asap. Namun hujan mengurangi ketebalan asap dan menghilangkan debu kebakaran hutan, sehingga pencemaran udara berkurang.
Berkurangnya pencemaran udara membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menginstruksikan seluruh sekolah di kota itu memulai kegiatan belajar. Kegiatan sekolah di Jambi mulai kembali sejak Senin (5/10). Kegiatan belajar di setiap sekolah selama asap masih menyelimuti Kota Jambi hanya sampai pukul 12.00 WIB. Sekolah di Kota Jambi diliburkan selama September hingga awal Oktober akibat asap tebal.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Provinsi Jambi, Rosmeli mengatakan, hujan ringan yang mengguyur Kota Jambi dan beberapa kabupaten selama tiga hari mulai menurunkan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Angka ISPU di Kota Jambi Kamis – Jumat (8 – 9/10) berada pada kisaran 300 – 309 partikel per million (ppm). Angka tersebut menunjukkan udara di Kota Jambi masih masuk kategori tidak sehat.
"Sebelum turun hujan tiga hari lalu, angka ISPU di Kota Jambi sempat mencapai 500 – 600 ppm atau masuk kategori udara berbahaya. Kalau hujan masih turun hingga beberapa hari ke depan, angka ISPU tersebut kami perkirakan akan turun lagi dan kondisi udara semakin sehat," katanya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar menjelaskan, jumlah korban akibat bencana asap, kebakaran hutan dan lahan di Jambi sejak Juli 2015 cukup banyak. Kerugian akibat bencana asap, kebakaran hutan dan lahan juga cukup tinggi.
Dikatakan, korban penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di Provinsi Jambi sejak daerah itu dilanda bencana asap sejak Juli–awal Oktober ini lebih 60.000 orang. Korban meninggal yang diduga akibat ISPA dua orang. Sedangkan korban meninggal akibat kebakaran hutan dan lahan tiga orang.
"Kerugian materi akibat bencana asap mencapai miliaran rupiah. Kerugian tersebut akibat batalnya 500 jadwal penerbangan dari dan ke Jambi sejak Agustus – awal Oktober ini. Kemudian kerugian materi akibat terbakarnya sekitar 7.500 hektare hutan dan lahan juga mencapai miliaran rupiah," ujar Arief.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




