Kabut Asap Masih Tebal, Libur Sekolah Diperpanjang

Senin, 26 Oktober 2015 | 07:06 WIB
AS
B
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: B1
Seorang pelajar pulang saat mengetahui sekolahnya diliburkan, di Jl Adinegoro, Padang, Sumatera Barat, 23 Oktober 2015
Seorang pelajar pulang saat mengetahui sekolahnya diliburkan, di Jl Adinegoro, Padang, Sumatera Barat, 23 Oktober 2015 (Antara/Iggoy el Fitra)

Medan - Masa libur pelajar dari SD, SMP, SMA dan sederajat di Medan, Sumatera Utara (Sumut) diperpanjang akibat kabut asap. Pelajar akan kembali masuk sekolah pada Kamis (29/10).

"Kami diliburkan, karena pemerintah melalui dinas pendidikan mengkhawatirkan bertambahnya korban yang terjangkit penyakit infeksi pernapasan," ujar seorang pelajar SMA Budi Satria, Dinda (16), Medan, Senin (26/10).

Dinda mengatakan, banyak rekannya yang sudah terkena penyakit infeksi saluran penapasan dan batuk akibat menghirup kabut asap.

"Kami mendukung langkah pemerintah untuk meliburkan sementara seluruh sekolah di kota ini. Semoga kabut asap yang sudah menyesakkan dada ini cepat berlalu. Mata pun perih akibat terkena kabut asap," katanya.

Hal senada disampaikan Irwansyah (17), pelajar SMA Teladan Medan. Selama ini, kabut asap sudah mengganggu konsentrasi belajar di sekolah.

"Kami mengharapkan, persoalan kebakaran hutan di luar daerah ini segera diselesaikan, sehingga tidak ada lagi kabut asap kiriman yang menyelimuti daerah ini," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah Kota Medan memutuskan meliburkan seluruh sekolah berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 41 / 1999 tentang pencemaran udara.

"Tingkat pencemaran akibat kabut asap sudah sangat berbahaya. Karbon monosida dan sulfurdioksid merupakan partikel yang tidak sehat, sehingga sekolah diliburkan," ujar Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Randiman Tarigan.

Randiman yakin, keputusan yang sifatnya mendadak untuk meliburkan seluruh sekolah merupakan yang terbaik bagi pelajar dan pendidik, supaya terhindar dari penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, batuk, dan gangguan napas lainnya.

"Saya sudah meminta kepala dinas maupun bawahannya untuk langsung menghubungi setiap kepala sekolah, dan dilanjutkan kepada guru-guru. Kita upayakan ini demi anak-anak kita. Saya juga mengimbau masyarakat supaya tidak keluar rumah, atau paling tidak mengurangi aktivitasnya," sebutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon