BPS DKI: Ekspor Meningkat, Impor Melemah

Senin, 2 November 2015 | 17:14 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
(beritasatu.com)

Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Nyoto Widodo menyatakan, terjadi peningkatan nilai ekspor melalu DKI Jakarta selama bulan September 2015, begitu juga nilai ekspor produk-produk di Jakarta juga mengalami peningkatan. Namun, nilai impor melalui DKI Jakarta melemah, mengalami penurunan dibandingkan bulan Agustus lalu.

Nilai ekspor melalui DKI Jakarta pada September 2015 mencapai US$ 4,09 miliar. Angka ini naik 4,16 persen dari nilai ekspor Agustus 2015, yang mencapai US$ 3,93 miliar. Nilai ini lebih rendah 3,81 persen dibandingkan September 2014.

"Kondisi ini berbeda dengan ekspor nasional yang mengalami penurunan di bulan September 2015 sebesar 1,55 persen. Juga lebih rendah 17,8 persen dibandingkan September 2014," kata Nyoto di kantor BPS DKI Jakarta, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Begitu juga dengan nilai ekspor produk DKI Jakarta sepanjang September 2015, mengalami peningkatan, yaitu mencapai US$ 1,12 juta. Ini berarti mengalami peningkatan 12,81 persen dari nilai ekspor Agustus 2015, yang mencapai US$ 999,53 juta. Dan lebih tinggi 2,69 persen dibandingkan nilai ekspor sejenis pada September tahun sebelumnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan nilai impor melalui DKI Jakarta di bulan September 2015 yang mencapai US$ 5,67 miliar, menurun 7,91 persen dari nilai impor bulan Agustus 2014. juga lebih rendah 23,22 persen dibandingkan September 2014.

"Hal ini sejalan dengan penurunan impor nasional bulan September 2015 sebesar 7,16 persen dibandingkan Agustus 2015, dan lebih rendah 25,95 persen dari bulan September 2014," ujarnya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI Jakarta, Dody Rudyanto mengatakan sepanjang bulan September 2015, kontribusi nilai ekspor produk-produk DKI terhadap total nilai ekspor yang melalui DKI Jakarta mencapai 27,50 persen. Angka ini mengalami kenaikan 2,11 poin dari kontribusi bulan sebelumnya yang mencapai 25,39 persen.

Peningkatan terbesar ekspor produk DKI Jakarta pada September 2015 terhadap bulan sebelumnya terjadi di negara Filipina US$ 43,90 juta, Hong Kong US$30,85 juta, Singapura 30,58 juta, Amerika Serikat US$ 20,06 juta, Malaysia US$ 6,23 juta, Vietnam US$ 1,75 juta dan India US$ 0,46 juta.

Sedangkan lima negara yang mengalami penurunan ekspor produk DKI yaitu Saudi Arabia US$ 7,65 juta, Thailand US$ 6,81 juta, Jepang US$ 4,72 juta, Tiongkok US$ 2,06 juta dan Uni Emirat Arab US$ 1,43 juta.

"Secara keseluruhan, total ekspor ke 12 negara tujuan utama ekspor produk DKI pada September 2015 naik 14,40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan bulan sama tahun sebelumnya, total ekspor ke 12 negara tujuan utama juga pengalami peningkatan 10,24 persen," paparnya.

Sementara itu, penurunan impor melalui DKI Jakarta dikarenakan dari 12 negara tujuan, hanya satu negara yang mengalami peningkatan barang impor utama melalui DKI sebesar US$ 25,47 juta.

Sedangkan 11 negara lainnya mengalami penurunan nilai impor. Jepang sebagai salah satu negara pemasok barang impor utama yang melalui DKI Jakarta mengalami penurunan nilai impor terbesar yaitu US$ 108,21 juta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon