Disuspen, Reliance Sesalkan Bursa Terlalu Gegabah dan Subjektif

Rabu, 11 November 2015 | 18:16 WIB
NA
B
Penulis: Nuriy Azizah | Editor: B1
Ilustrasi IIHSG
Ilustrasi IIHSG (Investor Daily / David Gitaroza)

Jakarta-PT Reliance Securities Tbk (RELI) menyesalkan tindakan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas keputusan suspensi saham perseroan terkait indikasi transaksi semu saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Reliance menilai BEI terlalu gegabah dan subjektif.

Komisaris Utama Reliance Securities Anton Budidjaja mengatakan, BEI baru saja mengirimkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan pada Selasa (10/11) kemarin. Adapun, pemeriksaan dijadwalkan akan berakhir pada pekan depan, 16 November 2015.

"Baru diperiksa kemarin, saya kaget pagi tadi dengar langsung mau disuspen," jelas dia di kantor Reliance Securities, Rabu (11/11).

Anton menambahkan, alasan suspensi dari BEI pun dinilai belum kuat tanpa didasari bukti-bukti pendukung yang menyeluruh. Sehingga, Anton merasa BEI terlalu terburu-buru memberikan keputusan suspensi dan cenderung subjektif.

Sebagai informasi, BEI mengungkapkan terdapat tiga alasan atas suspensi saham perseroan. Pertama, Reliance Securities dinilai tidak melakukan manajemen risiko secara handal. Kedua, perseroan dianggap tidak melakukan pemantauan terhadap aktivitas perdagangan efek yang dilakukan untuk kepentingan nasabah.

Ketiga, BEI juga menganggap perseroan tidak mengimplikasikan prinsip mengenal nasabah dengan baik atau yang biasa disebut know your customer (KYC).

Terkait indikasi tersebut, Anton membantah dan mengklaim perseroan selama ini telah melakukan seluruh transaksi sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. Bahkan, perseroan telah melakukan penyelidikan internal terkait kasus ini.

"Kami sudah ada pertemuan tingkat direksi dan komisaris hasilnya kami yakin sudah sangat baik aplikasikan SOP. Bahkan, Reliance baru saja dapatkan akreditasi dari ISO atas SOP kami. Semua bukti, sampai rekaman telepon sudah kami telusuri," tegas dia.

Anton menambahkan, pada pekan lalu, otoritas jasa keuangan (OJK) juga telah melakukan pemeriksaan terkait indikasi transaksi saham SIAP. Perseroan pun justru mendapatkan respons yang positif.

"Minggu lalu OJK juga sudah periksa, belum ada hasil secara tertulis tapi so far secara verbal mereka juga lihat SOP kami sudah oke," papar dia.

Lebih jauh, Anton menuturkan, keputusan BEI mensuspensi saham perseroan memberikan dampak yang cukup sistemik. Hal ini dikarenakan, selain terdaftar sebagai anggota bursa (AB). Perseroan juga merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar (listed) di BEI.

Belum lagi, perseroan merupakan bagian dari grup terintegrasi yang bergerak di jasa keuangan, Reliance Capital Management, di antaranya yakni perbankan dan asuransi. Sehingga, kasus ini diakui Anton memberikan dampak negatif pada seluruh klien.

"Kami sayangkan sudah di-judge sedemikian rupa. Tolong dipikirkan dampaknya. Kalau memang ada bukti yang kuat bahwa kami lalai boleh disentil tapi jangan seolah digebukin seperti ini," tandas dia.

Hari ini, BEI juga mensuspen dua perusahaan perantara efek (broker) lainnya yang terindikasi melakukan transaksi semu atas saham SIAP yakni, PT Danareksa Sekuritas dan PT Millenium Danatama Sekuritas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon