WebSafe dari F5 Lindungi dari Online Fraud
Kamis, 10 Desember 2015 | 19:11 WIB
Jakarta - F5 Networks menghadirkan layanan Web Fraud Protection di wilayah Asia Pasifik dengan menghadirkan F5 WebSafe and MobileSafe. Websafe, yang merupakan bagian dari layanan solusi Web Fraud Protection.
Emmanuel Bonnaisse, Senior Vice President F5 Networks untuk Asia Pasifik, mengatakan, solusi ini memungkinkan perusahaan melindungi pengguna layanan online mereka dari berbagai macam serangan malware dan online fraud berbasis web yang secara khusus menargetkan para pengguna aplikasi situs web.
"Layanan ini mampu mengenali berbagai teknik web fraud, usaha untuk meneruskan trafik pengguna ke suatu situs tertentu, dan berbagai pola malware lainnya," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (10/12).
Layanan ini memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk mendeteksi ancaman yang ada, memberikan peringatan dan perlindungan kepada pengguna mereka terhadap berbagai jenis malware, phising, fraud yang menargetkan end-user, dalam rangka mengurangi pencurian identitas, transaksi fraud, dan tindakan pengambil alihan akun.
Fitur-fitur utama dari WebSafe antara laina adalah Malware and fraud detection. Ini untuk mengenali berbagai variasi dari Zeus, Citadel, Dyre, Carberp, dan malware yang menargetkan end-user lainnya, mengidentifikasi pengguna yang sudah terinfeksi, serta membantu perusahaan untuk bisa memahami serangan yang lebih menyeluruh serta memastikan keamanan pengguna layanan mereka.
WebSafe juga memiliki fitur advanced and pre-emptive phishing and pharming detection, yang membantu perusahaan mengidentifikasi serangan, bahkan sebelum serangan tersebut dilancarkan oleh penjahat dan disebarluaskan melalui kanal email.
Fitur ini mampu mendeteksi dan memberikan peringatan kepada tim perlindungan fraud di perusahaan akan adanya situs phishing yang di upload ke suatu domain. Selain itu fitur ini juga menyediakan kemampuan dalam mengenali penyerang, orang yang mereferensikan situs tersebut, hingga berbagai detail lainnya untuk dilaporkan kepada perusahaan.
Sedangkan fitur Device and Behavior Analysis akan mengidentifikasi dan mencegah terjadinya pembayaran dan transfer uang secara otomatis yang dilakukan oleh bot malware. Caranya adalah dengan menganalisis berbagai variabel di dalam perangkat, termasuk pola penggunaannya.
Dengan begitu, fitur ini mampu membedakan aktivitas mana yang benar-benar dilakukan oleh pengguna dan mana yang diotomasi oleh bot malware. Hal unik yang ditawarkan oleh fitur ini adalah kemampuan tersebut dapat diterapkan tanpa perlu membuat modifikasi pada aplikasi ataupun mengharuskan pengguna menginstal sesuatu, sehingga tidak mengganggu pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




