Korban Geng Bus Mini Bolivia Mencapai 69 Orang
Rabu, 22 Februari 2012 | 13:12 WIB
Mereka beraksi di pagi hari saat kendaraan dan polisi masih jarang.
Kejadian sadis ini terjadi di Bolivia yang melibatkan satu geng yang mengikat para korban dengan tali dan kain dan merampok barang-barang penumpang. Selain 69 penumpang itu, belasan lainnya ditemukan mati di El Alto, sebuah kota pekerja yang dihuni jutaan orang yang terletak di dataran tinggi di atas ibu kota Bolivia, La Paz.
“Tindakan kekerasan ini muncul ketika orang-orang yang sudah terdesak ini membajak transportasi apa pun yang mereka dapatkan,” kata Felix Rocha, kepala polisi Bolivia.
Seorang pria berusia 64 tahun yang selamat dari kekerasan geng itu, meninggalkan rumahnya pada pukul empat dinihari untuk ke bank mengambil uang pensiun bulanan. Ia kemudian naik ke sebuah bus kecil yang dikiranya bus umum dan memberikan ongkos 25 sen yang dikumpulkan oleh seorang perempuan.
“Mereka menempatkan saya di depan dan tiba-tiba saya merasakan sebuah selendang mengikat erat leher saya. Saya melawan, namun mereka memukul saya di rusuk dan wajah dan kemudian saya pingsan,” kata lelaki itu yang hanya memberikan nama depannya, Macario, karena takut akan keselamatannya. “Saya terbangun di sebuah tempat sampah,” ujar Macario yang kehilangan ponselnya dan uang senilai 35 pounds.
Minggu lalu polisi mengumumkan penahanan delapan anggota geng yang berusia antara 30 hingga 45 tahun dan termasuk seorang perempuan, Yuli Gutierrez Jimenez. Rocha mengatakan polisi juga menyita empat bus mini berkapasitas 14 kursi yang dirampok geng itu.
Kebanyakan pembunuhan yang mereka lakukan antara pukul empat hingga enam pagi ketika transportasi masih jarang dan hanya 400 orang polisi yang bertugas di seluruh kota.
Menurut Rocha, geng itu diyakini telah membunuh 69 orang dengan mayat-mayat korbannya ditemukan selama 13 bulan. Meski demikian jaksa Santos Valencia menyatakan penyelidik masih mencoba menentukan apakah grup itu yang bertanggung jawab atas semua kematian itu.
Lebih dari 70 orang mengatakan kepada polisi bahwa mereka selamat dari pembunuhan itu setelah mengenali anggota-anggota geng itu di laporan media-media loka. Menurut Rocha, geng lainnya memang dikenal ada, namun geng bus mini ini terlihat lebih diorganisir dengan baik dan lebih metodologis.
Seorang pria yang diduga pimpinan geng ini, Julio Edwin Valdez, 33 tahun, telah ditahan minggu lalu. Juga telah ditahan Galo Mamani, supir bus itu.
Rocha mengatakan polisi juga menyelidiki apakah grup ini terlibat dalam pembunuhan beberapa supir taksi yang terjadi akhir-akhir ini dengan pola kendaraannya dicuri dan supirnya diikat.
Kejadian sadis ini terjadi di Bolivia yang melibatkan satu geng yang mengikat para korban dengan tali dan kain dan merampok barang-barang penumpang. Selain 69 penumpang itu, belasan lainnya ditemukan mati di El Alto, sebuah kota pekerja yang dihuni jutaan orang yang terletak di dataran tinggi di atas ibu kota Bolivia, La Paz.
“Tindakan kekerasan ini muncul ketika orang-orang yang sudah terdesak ini membajak transportasi apa pun yang mereka dapatkan,” kata Felix Rocha, kepala polisi Bolivia.
Seorang pria berusia 64 tahun yang selamat dari kekerasan geng itu, meninggalkan rumahnya pada pukul empat dinihari untuk ke bank mengambil uang pensiun bulanan. Ia kemudian naik ke sebuah bus kecil yang dikiranya bus umum dan memberikan ongkos 25 sen yang dikumpulkan oleh seorang perempuan.
“Mereka menempatkan saya di depan dan tiba-tiba saya merasakan sebuah selendang mengikat erat leher saya. Saya melawan, namun mereka memukul saya di rusuk dan wajah dan kemudian saya pingsan,” kata lelaki itu yang hanya memberikan nama depannya, Macario, karena takut akan keselamatannya. “Saya terbangun di sebuah tempat sampah,” ujar Macario yang kehilangan ponselnya dan uang senilai 35 pounds.
Minggu lalu polisi mengumumkan penahanan delapan anggota geng yang berusia antara 30 hingga 45 tahun dan termasuk seorang perempuan, Yuli Gutierrez Jimenez. Rocha mengatakan polisi juga menyita empat bus mini berkapasitas 14 kursi yang dirampok geng itu.
Kebanyakan pembunuhan yang mereka lakukan antara pukul empat hingga enam pagi ketika transportasi masih jarang dan hanya 400 orang polisi yang bertugas di seluruh kota.
Menurut Rocha, geng itu diyakini telah membunuh 69 orang dengan mayat-mayat korbannya ditemukan selama 13 bulan. Meski demikian jaksa Santos Valencia menyatakan penyelidik masih mencoba menentukan apakah grup itu yang bertanggung jawab atas semua kematian itu.
Lebih dari 70 orang mengatakan kepada polisi bahwa mereka selamat dari pembunuhan itu setelah mengenali anggota-anggota geng itu di laporan media-media loka. Menurut Rocha, geng lainnya memang dikenal ada, namun geng bus mini ini terlihat lebih diorganisir dengan baik dan lebih metodologis.
Seorang pria yang diduga pimpinan geng ini, Julio Edwin Valdez, 33 tahun, telah ditahan minggu lalu. Juga telah ditahan Galo Mamani, supir bus itu.
Rocha mengatakan polisi juga menyelidiki apakah grup ini terlibat dalam pembunuhan beberapa supir taksi yang terjadi akhir-akhir ini dengan pola kendaraannya dicuri dan supirnya diikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




