ICW & Greenomics Minta WWF Terbuka Masalah Sawit

Kamis, 23 Februari 2012 | 22:14 WIB
MH
FH
Penulis: Murizal Hamzah | Editor: FER
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit (Jakarta Globe)
Laporan BPK merekomendasikan lima perusahaan sawit PT Smart Tbk di Kalimantan Tengah untuk dihentikan. 

ICW dan Greenomics meminta  WWF-Indonesia untuk terbuka dalam konferensi pers dan rekomendasi akhir konferensi di Bali pada 24 Februari ini. Permintaan ini berkaitan dengan  praktik ekspansi produksi sawit lestari yang tidak dapat diterapkan terhadap areal-areal konsesi sawit. Larangan ini berdasarkan pemeriksaan BPK RI yang menyebut areal sawit ini harus  dihentikan.

“Jika produksi sawit masih berlangsung, maka ekspansi itu merupakan bentuk dari ekspansi kerugian negara dan lingkungan,” sebut Direktur Eksekutif Greenomics Elfian Effendi kepada Beritasatu.com hari ini

Permintaan aktivis lingkungan ini merespon konferensi ketiga International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) yang diadakan oleh PT Smart Tbk  grup bisnis sawit Sinarmas,  WWF-Indonesia dan CIRAD pada 22-24 Februari di Bali. Konferensi itu  mengusung tema Conserving Forests, Expanding Sustainable Palm Oil Production (Konservasi hutan, ekspansi produksi sawit lestari).

“Laporan BPK pada 23 Februari 2009 merekomendasikan lima perusahaan sawit PT Smart Tbk di Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah untuk dihentikan operasionalnya  agar tidak terjadi kerugian negara dan kerusakan lingkungan yang lebih besar,” pinta Elfian serius.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon