Hendak Angkut Penumpang, Bus Sekolah Dirazia Sopir Metro Mini
Senin, 21 Desember 2015 | 16:16 WIB
Jakarta - Puluhan pengemudi Metromini, Senin (21/12) melakukan razia atau sweeping terhadap bus sekolah yang membawa sejumlah penumpang (non-pelajar) di persimpangan Jalan Yos Sudarso dengan Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Penurunan penumpang secara paksa tersebut merupakan buntut dari aksi protes sopir Metromini yang melakukan aksi demo pada hari ini dan menganggap tindakan Pemprov DKI yang menggunakan bus sekolah untuk mengangkut penumpang umum tidak tepat.
Salah satu pelaku razia, Rahmat (35) yang mengendarai Metromini dengan nomor polisi B-7757-AM, mengaku melakukan aksinya karena menganggap tindakan Pemprov DKI yang mengoperasikan bus sekolah untuk mengangkut penumpang umum tidak menyelesaikan akar permasalahan.
"Pemerintah jangan mau instan aja ambil solusi, mentang-mentang armada kami terlihat butut terus mau main dikandangkan begitu saja. Kami juga cari makan buat anak bini di rumah," kata Rahmat, Senin (21/12) siang di bahu Jalan Plumpang Semper depan Pasar Ular.
Ia meminta Pemprov DKI menyelesaikan masalah dengan melakukan koordinasi dengan para pemilik armada yang saat ini kebanyakan dimiliki oleh perorangan dan bukan lagi di bawah Organda.
"Harusnya dibicarakan dahulu dengan stakeholder masing-masing, apa nanti peremajaan armada itu di bawah PT TransJakarta atau bisa dilakukan oleh para pengusaha dengan sistem kredit lunak. Kalau main razia-razia saja apa bisa menyelesaikan masalah?" tambahnya.
Sementara itu, Azis (38) warga RT 09/RW14, Kelurahan Tanjung Priok, yang sedang menumpang armada bus sekolah dari Senen dengan tujuan Semper, mengaku kecewa dengan tindakan para sopir Metromini yang secara sepihak menghentikan perjalanan bus.
"Walau bagaimanapun aksi mereka itu justru membuat citra mereka semakin buruk di mata masyarakat, kalau memang armada yang mereka operasikan tidak laik dan kena razia aparat ya itu baguslah, artinya pemerintah enggak mau warganya celaka," kata Azis.
Apalagi menurutnya, para pengemudi Metro Mini kebanyakan sering mengemudi dengan ugal-ugalan di jalan dan suka ngetem sembarangan di pinggir jalan. Ini secara tidak langsung merugikan masyarakat baik dari segi keselamatan maupun kemacetan lalu lintas.
Sementara itu, Kapolsek Koja, Kompol France Siregar, mengatakan pihaknya sudah mengerahkan sejumlah personel untuk mengamankan sejumlah sopir yang diduga menjadi dalang dari aksi sweeping sopir Metromini.
"Ada beberapa sopir yang menjadi dalang atau aktor intelektual dalam mengerakkan massa yang hendak menghentikan laju dari bus sekolah," kata France.
Pihaknya mengaku akan meminta keterangan dari para provokator tersebut dengan menggelandang mereka ke markas Polsek Koja.
"Menyampaikan aspirasi boleh-boleh saja, tapi harus izin terlebih dahulu dan jangan sampai merugikan masyarakat banyak," tambah France.
Menurut hasil pengamatan SP di lokasi, hingga Senin sore ini, petugas kepolisian baik dari Polsek Koja maupun Satlantas Wilayah Jakarta Utara masih berjaga-jaga di sekitar perempatan depan Pasar Ular Plumpang itu.
Tampak beberapa mobil patroli Satlantas dan Dishub berada di sekitar area tersebut mengantisipasi aksi susulan para sopir yang hendak melakukan sweeping terhadap bus sekolah yang diperbantukan mengangkut penumpang umum untuk mengurangi dampak aksi mogok massal sopir Metromini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




