Pemerintah Jamin Keamanan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Rabu, 23 Desember 2015 | 08:20 WIB
CP
YD
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: YUD
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (Antara/Sahrul Manda Tikupandang)

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap agar umat Kristiani dapat merayakan natal dengan khidmat. Dia menyatakan, dirinya telah telah mengeluarkan radiogram kepada kepala daerah se-Indonesia untuk mengantisipasi keamanan menjelang perayaan natal dan tahun baru.

"Deteksi dini harus terus dilakukan. Satpol PP juga akan dikerahkan mengamankan tempat-tempat ibadah dan tempat vital pemerintahan," kata Tjahjo, Rabu (23/12).

Dia menambahkan, Forkompinda provinsi, kabupaten dan kota juga perlu meningkatkan koordinasi. "Lakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat serta dengan berbagai elemen masyarakat untuk pengamanan ibadah natal. Agar yang merayakan dapat khidmat tenang merayakannya," imbuh mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, aparat kepolisian berupaya maksimal agar perayaan natal dan tahun baru berjalan aman. "Ya saya pikir kita berusaha semaksimal mungkin supaya aman. Enggak ada masalah," kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12).

Disinggung mengenai potensi teror, pihaknya terus mengantisipasi hal tersebut. "Ya sampai hari ini masih kita pantau, masih kita lakukan monitoring. Kalau ada yang membahayakan tentu kami akan lakukan penangkapan," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut menjamin pelakanaan Natal dan Tahun Baru berjalan kondusif. Hal ini diapresiasi Perseketuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). "Ada hal implisit tentang jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Beliau (Presiden) sampaikan upaya pemerintah untuk jamin keamanan Natal dan Tahun Baru akan kondusif," kata Ketua PGI, Bambang H Widjaya.

Hal itu disampaikannya usai pertemuan PGI dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dengan Presiden di Istana Merdeka. "Ada jaminan pemerintah, Natal dan Tahun Baru aman. Itu yang kita perlu untuk disampaika kepada umat," ujar Bambang.

Menurut Bambang, dalam diskusi bersama Presiden, pemerintah mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan. "Yang ingin rusak citra Indonesia sebagai negara moderat, berdaulat dan damai," pungkasnya.

Jaminan keamanan dalam perayaan natal disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Pemerintah berharap (pengamanan) bukan hanya mengandalkan TNIdan Polri, tapi juga masyarakat. Kami mendengar beberapa ormas akan mengadakan kegiatan untuk membantu Polri baik di acara Natal dan Tahun Baru. Pemerintah meyakini nantinya Natal dan Tahun Baru akan berjalan dengan aman," katanya.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T.H. Lebang berharap agar natal dirayakan sederhana. "Ini juga bagian imbauan kami supaya kita merayakan natal itu dalam sukacita tetapi dalam semangat kesederhanaan. Apa yang kami sebut dengan keugaharian. Sehingga tidak harus kita pesta besar-besaran apalagi kalau menghamburkan banyak hal," katanya.

"Memang kita sambut dengan sukacita tapi dalam kesederhanaan karena Kristus juga lahir dalam kandang. Karena Kristus menjadi sama dengan manusia dalam bentuk yang sederhana. Jadi ini kami harapkan, bahwa perayaan natal dilakukan dengan hikmat dan menghargai umat lain yang mungkin tidak merayakan natal, tetapi kita melihatnya juga sebagai bagian dari keluarga Allah."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon