Pemerintah Diminta Promosikan Potensi Wisata Rawa Aoa
Senin, 4 Januari 2016 | 12:55 WIBKendari- DPRD Kabupaten Konawe Selatan meminta pemerintah daerah mempromosikan potensi wisata alam Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang menyimpan keragaman flora dan fauna.
Ketua DPRD Konawe Selatan Irham Kalenggo di Kendari, Senin, mengatakan promosi potensi wisata Rawa Aopa dapat dilakukan melalui media massa sehingga jangkauan lebih luas dan tepat sasaran.
Dinas Pariwisata bersama dinas terkait dapat bersinergi untuk mendorong promosi potensi wisata Rawa Aopa melalui kantor kedutaan negara sahabat yang ada di Jakarta.
"Konawe Selatan menyimpan potensi wisata alam dan budaya tradisional yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara namun promosi yang masih minim," kata Irham.
Juga dalam kawasan Taman Nasional Rawa Aopa terdapat speksifikasi hutan pendidikan yang dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan atau riset dan penilitian bagi flora dan fauna.
Fasilitas penunjang yang dibutuhkan dalam kawasan hutan pendidikan, antara lain, wisma tamu, visitor center, jalan setapak/jalan trail, papan petunjuk dan rumah pohon.
Hutan pendidikan sebagai bagian dari Taman Nasional Rawa Aopa yang ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan Nomor 756/kpts-II/1990 tanggal 17 Desember 1990 dengan 105.194 Ha memiliki empat ekosisten unggulan.
Keempat ekosisten tersebut adalah hutan dataran rendah, ekosistem rawa, savana dan ekosistem hutan mangrove (bakau).
Berdasarkan hasil survei inventarisasi yang sudah dilakukan sampai dengan tahun 2012 tercatat sebanyak 501 jenis tumbuhan dari 110 famili, diantaranya terdapat jenis tumbuhan yang dilindungi yakni damar (Agathis homii) dan Kusemeeto (Dyospyros malabarica).
Sedangkan untuk satwa liarnya tercatat sekitar 23 jenis mamalia, antara lain, Monyet Digo, Musang Sulawesi, Kuskus Beruang dan sekitar tujuh jenis reptil, yaitu Buaya Muara, Ular Sawah, Biawak, Bulus dan Tokek.
Juga ditemukan delapan jenis Pisces, yaitu Tambakang, Gabus, Lele dan 207 jenis aves (Maleo, mandar dengkur, Kakaktua kecil Jambul Kuning).
Bagi peneliti dapat mengakses Hutan Pendidikan Taman Nasional Rawa Aopa melalui dua arah yaitu arah timur: Kota Kendari-Punggaluku-Torobulu-Tinanggea- Lanowulu dengan jarak rute sekitar 120 kilometer dan dapat ditempuh sekitar tiga jam.
Dari arah barat melalui Kota Kolaka-Poleang-Kasipute-Langkowala-Lanowulu dengan jarak sekitar 400 kilometer dan waktu tempuh sekitar 5-8 jam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




