Utusan PBB Optimistis Perundingan Damai Suriah Terlaksana
Senin, 1 Februari 2016 | 00:19 WIB
Jenewa – Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Suriah Staffan de Mistura mengatakan dirinya merasa optimistis dan memiliki kepastian terlaksananya rencana perundingan damai untuk mengakhiri konflik Suriah. Hal ini disampaikan, Minggu (31/1), usai melakukan rapat informal dengan kelompok oposisi utama, yang sebelumnya mengancam untuk mundur.
"Saya optimistis dan memiliki kepastian, karena ini merupakan peristiwa bersejarah yang tidak boleh dilewatkan," ujar de Mistura kepada wartawan, saat ia meninggalkan sebuah hotel di Jenewa, setelah pertemuan informal dengan delegasi dari Komite Tinggi Negosiasi (HNC).
Pertemuan informal tersebut berlangsung di luar markas PBB karena sehari sebelumnya perwakilan-perwakilan HNC mengatakan bahwa untuk saatini mereka tidak akan memulai perundingan tak langsung, yang diharapkan dilakukan dengan perwakilan-perwakilan pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Di sisi lain perwakilan dari Bashar telah memulai pembicaraan formal dengan de Mistura, Jumat (29/1).
Sebelum menyetujui untuk duduk bersama dalam perundingan, HNC menuntut ada bantuan kemanusiaan pertama melewati kota-kota yang terkepung, penghentian pengeboman warga sipil, dan pembebasan ratusan tahanan.
"Kami hanya akan datang ke Jenewa setelah ada komitmen tertulis tentang fakta bahwa akan ada kemajuan-kemajuan seriuspada isu-isu kemanusiaan. Kami berada di sini untuk negosiasi politik tapi kami tidak dapat mulai sampai mereka menjalani langkah itu," kata juru bicara HNC Basma Kodmani kepada wartawan.
Di sisi lain, Koordinator Riad Hijab mengeluarkan peringatan dalam bahasa Arab, yang di-posting secara online, Sabtu (30/1), bahwa jika rezim bersikeras untuk terus melakukan kejahatan maka kehadiran para delegasi HNC di Jenewa tidak akan dibenarkan.
"Pihak delegasi akan memberitahukan kepada de Mistura tentang niatannya untuk menarik tim negosiasinya jika PBB dan kekuatan dunia tidak dapat menghentikan pelanggaran ini," pungkas dia.
Sementara itu, de Mistura mengatakan masih belum jelas apakah HNC akan setuju pada rapat resmi di PBB, pada Minggu.
"Sekarang ini terserah pada HNC untuk memberitahu kepada kami," tegasnya seraya menekankan bahwa dia merasa optimistis dan akan bekerja keras.
Dia menambahkan telah melakukan kunjungan kehormatan kepada HNC. "Ini karena mereka layak dan kami akan memperhatikan kepentingan-kepentingan mereka sendiri. Saya telah menjelaskan apa rencananya dan mengenai apa tujuan pertemuan ini," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




