Inflasi Januari di DKI Melambat 0,24 Persen

Senin, 1 Februari 2016 | 17:15 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi inflasi
Ilustrasi inflasi (Istimewa)

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan inflasi selama bulan Januari di DKI Jakarta mengalami perlambatan dibandingkan bulan Desember 2015. Inflasi bulan Januari 2016 mencapai 0,24 persen, sedangkan bulan Desember 2015 mencapai 0,72 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI, Dody Rudyanto mengatakan inflasi yang terjadi pada bulan Januari disebabkan naiknya harga-harga pada enam kelompok pengeluaran.

Yakni, kelompok bahan makanan 1,80 persen; kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,33 persen; kelompok sandang 0,28 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,27 persen; kelompok kesehatan 0,24 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen.

"Hanya satu kelompok yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mencapai 0,91 persen," kata Dody di Gedung BPS DKI, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Adapun 10 komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar adalah tarif listrik (0,0803 %); cabai merah (0,0565%); daging ayam ras (0,0456 %); telur ayam ras (0,0295 %); bawang merah (0,0268%); kentang (0,0191%); beras (0,0189%); melon (0,0156%); biaya administrasi kartu ATM (0,0145%); dan bawang putih (0,0131%).

"Tarif listrik memberikan sumbangan inflasi terbesar karena adanya kenaikan tarif listrik dan penerapan sistem pembayara listrik yaitu prabayar dan pasca bayar. Lalu, sayur-sayuran serta beras mengalami kenaikan indeks dikarenakan jalur distribusi yang panjang ke Jakarta, jadi sedikit terhambat sementara permintaan cukup tinggi," terangnya.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan indeks yaitu bahan bakar bensin, angkutan udara dan kacang panjang.

Berdasarkan data BPS DKI, pada bulan Januari 2016, dari 82 kota yang diteliti, terdapat 75 kota mengalami inflasi dan delapan kota yang mengalami deflasi. Kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah kota Sibolga mencapai 1,82 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah Kota Padang sebesar 0,02 persen.

"Kota Jakarta menempati urutan 72 dari dari seluruh kota yang mengalami inflasi," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon