BPS DKI: Daging dan Bumbu-Bumbuan Akibatkan Inflasi Jakarta 0,24 Persen
Senin, 1 Februari 2016 | 17:30 WIB
Jakarta - Kepala BPS DKI Jakarta, Syech Suhaimi mengatakan komoditi penyumbang inflasi terbesar ada pada kelompok bahan makanan yang mencapai kenaikan indeks atau inflasi sebesar 1,80 persen.
"Sumbangan inflasi yang paling tinggi ada pada kelompok bahan makanan. Terutama komoditi daging dan hasil-hasilnya. Tapi yang paling tinggi pada komoditi bumbu-bumbuan seperti cabai dan bawang, totalnya sumbangan inflasi 0,10 persen. Hampir separuh dari laju inflasi bulan Januari," kata Syech di Gedung BPS DKI, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (1/2).
Kendati demikian, dia optimistis harga daging sapi akan terkendali di bulan Februari ini. Terlihat dari berbagai pemberitaan media massa, bila harga daging yang awalnya menembus angka Rp 135 ribu perkilogram (kg), kini sudah mencapai Rp 110 ribu per kg.
Selain daging sapi dan bumbu-bumbuan, buah melon juga menjadi salah satu penyumbang inflasi di DKI Jakarta pada bulan Januari. Kenaikan indeks buah melon mencapai 0,0156 persen.
"Kenaikan indeks melon, salah satunya disebabkan faktor musim saja. Saat itu bukan musim buah melon. Jadi pasti sulit mendapatkan buan melon. Ditambah lagi permintaan tinggi," terangnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan inflasi selama bulan Januari di DKI Jakarta mengalami perlambatan dibandingkan bulan Desember 2015. Inflasi bulan Januari 2016 mencapai 0,24 persen, sedangkan bulan Desember 2015 mencapai 0,72 persen.
Laju inflasi tahun 2016 mencapai 0,24 persen dan laju inflasi tahun ke tahun mencapai 3,98 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




