BPS DKI: Nilai Ekspor dan Impor DKI pada Desember Meningkat

Senin, 1 Februari 2016 | 19:53 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Terminal Peti Kemas.
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Terminal Peti Kemas. (Antara/Ekho Ardiyanto)

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, nilai ekspor dan impor melalui DKI Jakarta sepanjang bulan Desember 2015 mengalami peningkatan dibandingkan November 2015.

Nilai ekspor melalui DKI Jakarta pada Desember 2015 mencapai US$ 3,72 miliar. Angka ini naik 3,13 persen dari nilai ekspor November 2015, yang mencapai US$ 3,60 miliar. Nilai ini lebih rendah 11,06 persen dibandingkan Desember 2014.

Hal ini sejalan dengan ekspor nasional yang juga mengalami peningkatan pada Desember 2015, sebesar 6,98 persen dibandingkan November 2015. Tetapi lebih rendah 17,66 persen dibandingkan Desember 2014.

Begitu juga dengan nilai ekspor produk DKI Jakarta sepanjang Desember 2015, mengalami peningkatan, yaitu mencapai US$ 824,72 juta. Ini berarti mengalami peningkatan 1,55 persen dari nilai ekspor November 2015, yang mencapai US$ 812,11 juta. Namun lebih rendah 18,01 persen dibandingkan nilai ekspor sejenis pada Desember tahun sebelumnya.

Kepala BPS DKI Jakarta, Syech Suhaimi mengatakan kenaikan nilai ekspor dan impor melalui DKI Jakarta serta nilai ekspor DKI Jakarta menunjukkan roda perekonomian di Jakarta masih berjalan dengan baik.

"Nilai ekspor dan impor kita mengalami peningkatan. Ini membuktikan roda perekonomian Jakarta berjalan dengan baik. Meskipun berjalan landai," kata Syech di Gedung BPS DKI, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Kendati demikian, pada Desember 2015, kontribusi nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta terhadap total nilai ekspor yang melalui DKI Jakarta mengalami penurunan 0,34 poin. Dari sebanyak 22,51 persen di bulan November 2015 menjadi 22,17 persen di bulan Desember 2015.

Syech mengungkapkan, pasar utama ekspor produk DKI Jakarta sepanjang Desember 2015 tetap berada di kawasan ASEAN, dengan nilai 40,99 persen. Angka ini mengalami peningkatan 8,34 poin dari market share kawasan ASEAN pada bulan yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 32,65 persen. Namun, angka ini lebih rendah 2,88 poin dari November 2015, yang mencapai 43,87 persen.

Kepala Bidang Statikstik Distribusi BPS DKI Jakarta, Dody Rudyanto mengatakan kenaikan ekspor produk DKI Jakarta disebabkan adanya enam komoditi unggulan ekspor produk DKI Jakarta yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Ada enam komoditi yang paling memberikan kontribusi terbanyak dalam peningkatan nilai ekspor produk DKI Jakarta," kata Dody.

Keenam komoditi unggulan tersebut adalah pakaian jadi bukan rajutan US$ 19,61 juta; lemak dan minyak hewan/nabati US$ 8,61 juta; perhiasan/permata US$ 6,89 juta; mesin/peralatan listrik US$ 5,02 juta; barang-barang rajutan US$ 3,46 juta serta tembaga US$ 2,29 juta.

"Sementara itu ada empat komiditi unggulan ekspor produk DKI yang mengalami penurunan," ujarnya.

Adapun keempat komiditi tersebut adalah kendaraan dan bagiannya US$ 18,76 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik US$ 5,97 juta; plastik dan barang dari plastik US$ 1,68 juta dan ikan dan udang US$ 1,11 juta.

Untuk nilai impor melalui DKI Jakarta pada Desember 2015, lanjutnya, mencapai US$ 6,04 miliar, mengalami peningkatan 0,52 persen dari nilai impor November 2015, tapi lebih rendah 11,72 persen dibandingkan Desember 2014.

"Hal ini sejalan dengan peningkatan impor nasional pada Desember 2015, sebesar 5,23 persen, dibandingkan November 2015, tetapi lebih rendah 16,062 persen dari Desember 2014," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon