Para Pemimpin Afrika Optimistis Investasi Tetap Masuk
Minggu, 21 Februari 2016 | 23:49 WIB
Sharm El Sheikh – Para pemimpin Afrika dan bankir yang hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) bidang ekonomi di Mesir, Sabtu (20/2) waktu setempat, berjanji untuk mendorong laju perdagangan dan investasi di benuanya, meskipun ada ancaman terorisme marak.
KTT yang dilaksanakan selama dua hari di resor Sharm El Sheikh, Laut Merah dihadiri lebih dari 1.200 delegasi, termasuk beberapa kepala negara. Mereka mengikuti pembicaraan untuk menandatangani perjanjian bisnis dengan tujuan menarik investasi dari sektor swasta.
Penyelenggara berharap Konferensi Afrika 2016 dapat menindaklanjuti pakta perdagangan bebas 26 negara yang ditandatangani tahun lalu, untuk menciptakan pasar bersama di separuh benua.
Menurut para analis, kendati tingkat perekonomian bertumbuh lebih dari 4%, Afrika baru menyumbang sekitar 2% terhadap total perdagangan global.
"Forum ini bertujuan mendorong kemajuan perdagangan dan investasi di benua kami untuk memperkuat posisi Afrika dalam perekonomian dunia," ujar Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi dalam pidato pembukaan.
Sisi menambahkan, konferensi ini bertujuan menampikan peluang-peluang investasi di Afrika serta membuka saluran komunikasi maupun kerjas ama langsung di antara pengusaha Afrika dan para investor di luar negeri.
Pihak penyelenggara juga berusaha mengubah sorotan terhadap ekonomi Mesir yang lesu setelah kekacauan politik bertahun-tahun dan disusul penggulingan terhadap Hosni Mubarak pada awal 2011.
Selain itu perekonomian Mesir, yang sangat bergantung pada pariwisata, harus terpukul setelah masakapai pesawat Rusia jatuh pada 31 Oktober 2015, beberapa menit lepas landas dari Sharm El Sheikh. Dalam insiden itu, total 224 orang di dalam pesawat, yang sebagian besar wisatawan Rusia, tewas.
Kelompok jihad Negara Islam (NI) mengaku bertanggung jawab menjatuhkan pesawat itu dengan bom. Pemerintah Mesir masih belum memperoleh bukti bahwa jatuhnya pesawat akibat ledakan bom, meski Rusia mengakui bencana itu disebabkan oleh serangan teroris.
"Forum Afrika 2016 diharapkan dapat menempatkan Mesir sebagai pintu gerbang bagi investasi-investasi asing ke pasar Afrika," ungkap Omar Ben Yedder, anggota komite pelaksana, kepada AFP.
Banyak peserta hadir dalam KTT yang diselenggarakan oleh Mesir dan Uni Afrika (UA) termasuk para presiden negara dari Sudan, Nigeria, Togo, dan Gabon, serta puluhan menteri Afrika dan pejabat senior bidang perdagangan dan investasi.
Menurut para delegasi, para investor Afrika harus menjadi ujung tombak pertumbuhan di benua itu, yang dapat berasal dari pengembangan infrastruktur di kawasan itu.
"Ketika orang-orang kita sendiri berinvestasi, investor lain baru merasa yakin," ujar Sindiso Ngwenya, kepala pasar bersama untuk Afrika Timur dan Selatan atau Comesa.
Dia menambahkan perdagangan dan investasi intra-COMESA sudah melonjak dari US$ 837 juta pada 2007 menjadi US$ 12 miliar saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




