CEO Facebook Akan Ramah Tamah dengan Politisi Senior Tiongkok

Sabtu, 19 Maret 2016 | 00:43 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg sedang berolahraga jogging di halaman Tiananmen Square, Beijing, Jumat, 18 Maret 2016. Tanpa menggunakan masker, dia terlihat tersenyum melintasi kabut polusi tebal.
Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg sedang berolahraga jogging di halaman Tiananmen Square, Beijing, Jumat, 18 Maret 2016. Tanpa menggunakan masker, dia terlihat tersenyum melintasi kabut polusi tebal. (AFP Photo / FACEBOOK)

BeijingChief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg mengunggah foto dirinya yang sedang berolahraga jogging di halaman Tiananmen Square, Beijing, Jumat (18/3). Tanpa menggunakan masker, dia terlihat tersenyum melintasi kabut polusi tebal.

Sang pendiri perusahaan ini sedang berada di ibu kota Tiongkok, menjelang forum ekonomi yang digelar untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah pengusaha dan menteri-menteri keuangan beramah-tamah bersama para politisi senior Tiongkok.

Selain itu, kedatangannya ke Negeri Panda sebagai upaya agar perusahaannya dapat diterima lebih luas lagi di Tiongkok. Pasalnya pemerintah sangat ketat memilah-milah konten online yang dianggap sensitif secara politis, serta memblokir beberapa situs Barat dan jaringan raksasa Internet termasuk Facebook, Twitter, dan Google.

Zuckerberg sendiri kerap mengunggah foto-foto larinya saat bepergian, namun foto tersebut disambut cemooh dari beberapa pengguna Internet di Tongkok, yang tidak dapat mengakses layanan perusahaannya.

Pasalnya, situs laman Facebook sudah dilarang di Tongkok selama bertahun-tahun dan hanya dapat diakses dengan menggunakan teknologi virtual private network (VPN).

Banyak organisasi berita pemerintah Tiongkok dan badan-badan resmi mempertahankan akun-akun media sosial, dan Facebook menjual iklan kepada klien-klien di Tiongkok – baik kepada perusahaan dan pemerintah setempat – yang membidik para pelanggan di luar negeri.

Zuckerberg pun mendapat kritikan baik di Tiongkok dan luar negeri karena perlakuan berbeda yang mencolok dari para pemimpin negara.

Pada 2014, dia menjadi tuan rumah bagi regulator internet terkemuka Tiongkok, Lu Wei, di kantor Facebook, di Silicon Valley. Zuckerberg pun mengatakan pria itu bertanggungjawab menindak tegas larangan menyampaikan ungkapan melalui online. Dia juga telah mempelajari pidato Presiden Xi Jinping dan membeli salinan buku-buku yang dikumpulkan untuk beberapa rekan-rekannya.

Upaya diplomasinya untuk masuk ke pasar Tiongkok ditingkatkan dengan mempelajari kebudayaan Tiongkok dan menyampaikan pidato dalam bahasa Manadarin dengan baik saat tampil di Tsinghua University, pada 2015.

Dalam foto yang diunggah ke akun pribadi Facebooknya, Zuckerberg mengatakan "Senang rasanya kembali ke Beijing", seraya menambahkan bahwa dia ber-jogging melewat Tiananmen hingga Temple of Heaven.

Zuckerberg tidak sendiri, dia juga mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya sedang berlari bersama sekelompok kecil orang melewati gambar ikonik Mao Zedong, yang terpasang di pintu masuk Forbidden City atau Kota Terlarang.

Baik Zuckerberg dan lainnya dalam kelompok itu tidak mengenakan masker, meskipun ada kabut polusi tebal.

Padahal menurut data dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), besaran materi partikulat berada pada angka PM2,5 – kadar partikel paling kecil dan paling berbahaya dalam udara – tercatat berada di atas 300 mikrogram per kubik meter di Beijing, sepanjang pagi sebelum foto tersebut di unggah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon