Meninggal Tidak Wajar, Kuburan Bocah di Bogor Dibongkar

Sabtu, 26 Maret 2016 | 18:41 WIB
VS
WP
Penulis: Vento Saudale | Editor: WBP
Suasana pembokaran makam M Arga (17 bulan) oleh polisi, Sabtu (26/3). Keluarga menganggap kematian Arga janggal karena terdapat luka lebam.
Suasana pembokaran makam M Arga (17 bulan) oleh polisi, Sabtu (26/3). Keluarga menganggap kematian Arga janggal karena terdapat luka lebam. (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Bogor- Kepolisian Resor Bogor Kota membongkar kembali makam M Arga (17 bulan) yang dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Cilendek, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (26/3). Keluarga menduga Arga meninggal tidak wajar setelah bermain di rumah majikan orang tuanya.

Suasana haru menyelimuti pembongkaran makam. Didampingi kepolisian dan Tim Forensik RSUD Ciawi, pembongkaran dilakukan sekitar dua jam yang disaksikan pihak keluarga. Warga yang berniat melihat prosesi dilarang mendekat. Hingga proses pembongkaran selesai, pihak polisi dan tim forensik enggan memberikan keterangan karena proses indentifikasi belum selesai.

Ikhwal pembokaran makam Arga sendiri berdasarkan keinginan keluarga. Keluarga merasakan ada kejanggalan atas meninggalnya anak dari pasangan M Soleh (25) dan Delima Agustini (20) pada Sabtu (19/3) kemarin.

Paman Arga, Jaelani (29) mamastikan jika sehari sebelum meninggal keponakannya tersebut dalam kondisi sehat. Namun, setelah di bawa ke rumah tempat bekerja Delima Arga dinyatakan meninggal. "Ada luka lebam di beberapa bagian tubuh, keluarga ingin memastikan penyebab kematian Arga," kata Jaelani, Sabtu (23/3)

Jaelani menjelaskan, kabar kematian Arga pertama kali diketahui keluarga melalui ibunya Delima, Sabtu sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu Trisno, majikan Delima, menelpon dan memintanya datang ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi. "Sesampainya di rumah sakit, Arga sudah tak bernyawa. Adik saya (Delima) tidak diberitahu penyebab Arga meninggal," kata Jaelani.

Keluarga sempat menanyakan penyebab kematian Arga kepada keluarga Trisno tempat Delima bekerja. Namun mereka tidak mendapat jawaban pasti, hanya diminta untuk bertabah. "Dari rumah sakit tidak bisa memberikan banyak keterangan, karena informasinya keluarga majikan tidak mau mendaftar saat penanganan Arga di rumah sakit. Keponakan saya sudah meninggal sebelum ditangani rumah sakit," kata dia.

Majikan Delima kemudian mengantarkan jenazah Arga ke rumah duka. Saat dimandikan, keluarga mendapati luka lebam di beberapa bagian tubuh Arga, di antaranya bagian pipi kanan dan kiri, dahi, hidung, bibir, punggung dan dada.

Sebelum meninggal, kata Jaelani, Arga dijemput seseorang bernama, Ririn, dan dibawa ke rumah majikannya Trisno di Cilendek Pabuaran, sekitar pukul 07.30 WIB. Ririn merupakan kerabat Delima, sekaligus rekan kerja sesama pekerja rumah tangga. "Ririn bawa Arga duluan saat berangkat kerja, menyusul Delima. Sesampainya di rumah majikan, Delima tidak bertemu anaknya disana," kata dia.

Saat Delima tiba di tempat kerja, Arga sedang dibawa main oleh salah satu keluarga majikan ke luar rumah. Hingga pada akhirnya, Delima mendapat kabar jika Arga sudah berada di rumah sakit. Keluarga berharap, polisi mengungkap penyebab kematian Arga dan menangkap pelaku penganiayaan jika hasil penyelidikan benar-benar meninggal lantaran tindakan kekerasan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon