Bentrokan Militer Filipina-Abu Sayyaf
Menlu RI Pastikan 10 WNI dalam Kondisi Baik
Selasa, 12 April 2016 | 00:08 WIB
Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno L.P Marsudi menegaskan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok pemberontak Abu Sayyaf dalam kondisi baik meski terjadi bentrokan antara kelompok tersebut dengan militer Filipina di Basilan.
"Pada pukul 12.00 kami memperoleh informasi bahwa kondisi ABK (anak buah kapal) dalam kondisi baik. 10 WNI itu tidak berada di Basilan saat terjadi kontak senjata," ujar Retno di Jakarta, Senin (11/4).
Namun dia mengaku akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Filipina dan pihak terkait, di mana dirinya terakhir berkomunikasi dengan Menlu Filipina Jose Rene D Almendras, pada pukul 08.41.
Menlu Retno menambahkan, Menlu Filipina langsung menghubungi dirinya, pada Sabtu (9/4) sore saat terjadinya bentrok senjata. "Saya telah sampaikan rasa simpati dan duka cita untuk Filipina melalui Menlu Filipina," katanya.
Selain itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memberikan perhatian yang besar dalam upaya pembebasan. Kedua juga telah memberikan arahan terkait penguatan koordinasi.
Disinggung perihal uang tebusan yang diminta kelompok Abu Sayyaf, Menlu Retno kembali menegaskan Pemerintah RI tidak akan memenuhinya. "Negara tidak boleh terlibat dengan masalah tebusan. Secara prinsip hal ini tidak boleh dilakukan oleh negara," pungkas dia.
Sementara itu, pihak berwenang Filipina melaporkan, tentaranya berhasil menewaskan empat militan saat melakukan serangan ofensif terhadap Abu Sayyaf setelah mengalami kerugian besar dalam bentrokan yan berlangsung di akhir pekan, di bagian selatan daerah Basilan.
Sebelumnya sebanyak 18 tentara dan 13 pejuang militan tewas dalam serangan yang dilancarkan militer Filipina kepada kelompok ekstremis Abu Sayyaf. Menurut pihak berwenang, itu merupakan aksi kekerasan terburuk yang melanda di bagian selatan negara, di tahun ini, Minggu (10/4).
Menurut Juru Bicara Militer Filipina, Mayor Filemon Tan, sedikitnya ada empat tentara dipenggal dalam pertempuran yang melibatkan sekitar 100 anggota pemberontak Abu Sayyaf.
Tan bertekad menangkap pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat akan memberikan imbalan sebesar US$ 5 juta jika berhasil membawa kepala Hapilon atas aksinya menculik tiga warga negara AS pada 2001, di mana dua di antaranya meninggal dunia.
Di sisi lain, Juru Bicara Militer Kolonel Noel Detoyato menyampaikan kepada televisi GMA di Manila bahwa "perintah yang diberikan kepada kami adalah tidak menghentikan operasi tempur kami sehingga kami perkirakan dalam beberapa hari mendatang akan ada lebih banyak pertempuran."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




