Perkuat Generasi Muda Antisipasi Paham Radikal

Minggu, 22 Mei 2016 | 13:25 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi Terorisme
Ilustrasi Terorisme (Istimewa)

Padang- Penyebaran paham radikal dan terorisme dapat diantisipasi dengan memperkuat generasi muda agar lebih paham akan bahaya tersebut.

"Pelaku paham radikal dan terorisme selalu menjadikan generasi muda sebagai sasaran untuk ditarik sebagai anggota, kemudian dikorbankan. Menurut sejumlah penelitian, usia yang dinilai rentan untuk direkrut adalah 17 sampai 27 tahun," kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kewaspadaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andi Intang Dulung saat membuka acara Dialog Film untuk Mencegah Paham Radikal dan Teroris di Hotel Axana Padang, Minggu (22/5).

Ia mengatakan, generasi muda pada usia tersebut memang relatif masih rentan, karena masih dalam proses mencari jati diri. Hal itulah yang dimanfaatkan pelaku paham radikal dan teroris untuk merekrut mereka.

"Karena itu, kita bersama harus membentengi generasi muda dengan pemahaman tentang radikalisme dan terorisme agar mereka tidak terpedaya. Jangan sampai mereka menganggap tindakan mencuri harta orang tua adalah halal untuk pergerakan radikal. Jangan sampai berpendapat merampok harta orang lain adalah halal untuk mencapai tujuan mereka," ingatnya.

Namun menurutnya, upaya untuk membentengi generasi muda itu tidak bisa hanya dilakukan oleh BNPT saja. "Yang utama adalah ketahanan keluarga. Pendidikan dan pemahaman itu harus dimulai dari keluarga kemudian ditambah dengan pengetahuan lain seperti sosialisasi yang dilakukan pemerintah," katanya.

Ia berpendapat, jika ketahanan keluarga tidak ada, maka generasi muda yang rentan untuk bergabung dengan gerakan berbasis paham radikal akan terus ada.

Selain itu, peran perempuan menurutnya juga sangat mutlak diperlukan. "Meskipun sebagai seorang pekerja, tetapi wanita cenderung memiliki waktu mendidik anak. Karena itu, peran wanita yang membentengi anaknya dari paham radikal juga sangat dibutuhkan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon