Dinsos DKI Intensifkan Razia Manusia Gerobak di Bulan Ramadan

Rabu, 8 Juni 2016 | 16:27 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Petugas penjangkauan/penertiban PMKS Dinas Sosial DKI
Petugas penjangkauan/penertiban PMKS Dinas Sosial DKI (BeritaSatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta akan mengintensifkan razia manusia gerobak yang biasanya akan marak selama bulan Ramadan. Keberadaan manusia gerobak, selain dapat mengganggu aktifitas masyarakat, juga dinilai mengganggu nilai estetika Ibu Kota.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Chadir, mengatakan biasanya manusia gerobak tersebut terdiri dari satu keluarga yang hidup dalam gerobak.

Ada dua macam manusia gerobak, yaitu mereka yang berhenti di pinggir jalan untuk mengemis dan yang mencari barang bekas untuk dijual kembali atau disebut pemulung.

"Kalau manusia gerobak pemulung, mereka bukan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Keberadaan mereka justru membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan. Itu sebuah profesi yang halal," kata Chadir, Rabu (8/6).

Yang masuk dalam kategori PMKS, lanjutnya, adalah manusia gerobak yang mengemis dengan membawa keluarganya. Tindakan mengemis sudah melanggar aturan yang ada dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum (Tibum).

"Mereka biasanya membawa keluarganya, sampai ada empat anaknya, bahkan bawa bayi yang baru lahir. Mereka keliling dari satu ruas jalan ke jalan lainnya. Berhenti sebentar, gelar kardus, untuk duduk sambil menunggu orang berbelas kasih," ujarnya.

Untuk mengantisipasi keberadaan manusia gerobak, lanjut dia, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) akan memberikan edukasi dan peringatan kepada mereka agar tidak berhenti dan mangkal di pinggir jalan. Setelah diberi peringatan beberapa kali kemudian masih tetap melakukan aktifitas maka P3S akan melakukan penjangkauan kepada mereka.

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan keberadaan manusia gerobak. Kawasan yang menjadi rawan tempat mangkal manusia gerobak ada di Manggarai, Polim, Fatmawati, dan lainnya.

"Petugas Dinas Sosial DKI selalu berjaga di titik-titik rawan tersebut. Tetapi yang jadi kendala saat razia adalah, menyelamatka gerobaknya. Petugas kami sering kesulitan membawanya," terangnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon