Hari Referendum, Pound Tembus Nilai Tertinggi 2016
Kamis, 23 Juni 2016 | 22:01 WIB
London - Mata uang pound sterling mencapai nilai tertingginya tahun ini terhadap dolar AS sementara pasar saham untuk hari kelima beruntun juga naik ketika warga Inggris menuju tempat pemungutan suara untuk referendum Uni Eropa (UE), Kamis (23/6).
Dua jajak pendapat oleh Daily Mail dan ITV News menyatakan bahwa pilihan untuk tetap menjadi anggota UE akan mendapat 48 persen suara, sementara pilihan keluar UE mendapat 42 persen.
Kemungkinan Inggris tetap di UE membuat nilai pound sterling melesat.
Nilai 1 pound mencapai US$ 1,4844 untuk pertama kalinya tahun ini dan diperdagangkan senilai US$ 1,4875 pada tengah hari, atau naik 1,16 persen hari ini.
Setelah itu jajak pendapat Populus menunjukkan pilihan Remain (tetap di UE) mendapat 55 persen, dan Leave (meninggalkan UE) 45 persen.
"Para pedagang tetap mendukung pilihan Remain sehingga nilai pound terus merambat naik, meskipun perdagangan sepi. Kami dalam kondisi tenang sebelum badai, dan jam 10.00 malam ini akan menjadi saat penentuan bagi para pedagang," kata Paresh Davdra, CEO dan pendiri konsultan keuangan RationalFX.
Sebelumnya diprediksi kalau pilihan Leave yang menang, nilai pound terhadap Dolar dan Euro akan anjlok drastis.
Kit Juckes dari bank Prancis, Societe Generale, mengatakan keputusan meninggalkan UE akan membuat pound tenggelam ke nilai terendah dalam 30 tahun.
"Kalau keputusannya adalah Leave, kami duga nilai pound akan dengan cepat jatuh ke angka US$ 1,30 - US$ 1,35, dan pada akhirnya akan terus jatuh hingga US$ 1,20 - US$ 1,25," kata Juckes.
Bank sentral Inggris atau Bank of England memperingatkan bahwa keputusan meninggalkan UE akan membuat nilai pound anjlok, "mungkin secara tajam", sementara belanja rumah tangga akan tertunda sehingga demand turun dan pengangguran meningkat.
"Hasil referendum akan tetap menjadi risiko terbesar dan paling nyata yang dihadapi pasar keuangan Inggris, dan mungkin juga pasar keuangan global," kata Bank of England.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




