Ditahan di Rutan Guntur, Ketua DPD Enggan Berkomentar
Minggu, 18 September 2016 | 07:13 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menolak berkomentar apa pun usai diperiksa dan ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan kuota impor gula di Bulog untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (17/9) malam.
Irman yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (17/9) dini hari terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye saat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.30 WIB.
Irman enggan berkomentar apa pun mengenai kasus yang menjeratnya. Senator asal Sumbar ini memilih menerobos kerumunan awak media yang mencoba mengonfirmasinya mengenai penangkapan ini. Irman tetap bergeming dengan terus masuk mobil tahanan KPK yang bakal membawanya ke Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Irman bakal menjalani masa penahanan setidaknya untuk 20 hari mendatang.
Sementara Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Irman telah lebih dulu dibawa mobil tahanan ke Rutan Cipinang Jakarta Timur cabang KPK.
Diberitakan, dalam OTT pada Sabtu (17/9) dini hari, Tim Satgas KPK mengamankan empat orang, yakni Ketua DPD Irman Gusman, Dirut CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, dan istrinya Memi serta adiknya WS. Dari kamar Irman, tim penyidik menyita uang sebesar Rp 100 juta yang diduga terkait dengan pengurusan kuota impor gula dari Bulog untuk wilayah Sumatera Barat.
KPK menetapkan Irman sebagai tersangka penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU Tipikor. Sementara, Sutanto dan Memi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




