Penyerangan Anak-anak di Pulau Sabu NTT Dikecam

Selasa, 13 Desember 2016 | 15:53 WIB
YP
WP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WBP
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Istimewa)

Kupang - Penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada jam belajar di Seba Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/12) oleh pemuda berusia 20 tahun dikecam karena merupakan kejahatan kemanusiaan.

"Kami mengecam keras tindakan kekerasan yang mengakibatkan tujuh anak di Seba, Pulau Sabu, NTT terluka. Ini adalah tindakan kekerasan terhadap kemanusiaan," ujar Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Pdt. Merry Kolimon dalam keterangan persnya, Selasa (13/12).

Dia meminta pemerintah dan pihak keamanan bekerja sungguh-sungguh mengungkap pelaku, tindakan penyerangan, dan motif tindakan tersebut. GMIT NTT juga berharap jemaat atau masyarakat tidak terprovokasi. "Kami minta agar umat lintas beragama di Sabu saling menjaga memelihara kerukunan dan bersama-sama menuntut keadilan. Mari kita jaga Pulau Sabu dan NTT sebagai rumah bersama," imbuh dia.

GMIT mengimbau tokoh-tokoh agama saling berkoordinasi untuk memastikan semua umatnya merawat toleransi dan kerukunan. "Kami mohon pihak keamanan mengambil langkah cepat mengungkap pelaku dan menyampaikan segera untuk meredam situasi," tandas dia.

Lebih lanjut Merry mengajak semua pihak menunggu informasi yang benar dari pihak berwenang. "Mohon jangan menyebarkan informasi yang hanya memperkeruh keadaan. Kita berharap anak anak korban mendapat perawatan yang cepat dan dipulihkan," ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, seorang pria di Sabu, NTT menyerang siswa Sekolah Dasar Negeri (SD) I Sabu Barat sehingga mengakibatkan tujuh orang siswa luka. Peristiwa sadis itu terjadi secara tiba-tiba saat siswa di sekolah tersebut sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) sekitar pukul 09.00 Wita.

Pihak kepolisian sedang menangani kasus ini dan meminta masyarakat Sabu untuk untuk tenang, tidak anarkistis dan mempercayakan kepada pihak kepolisian menangani kasus ini.

Berikut ini nama tujuh anak yang menjadi korban penikaman pria yang disebut stres itu.

1. Juniarto Ananda Apri Dimu, laki-laki, 11 tahun, luka robekan pada pipi kiri, lengan kanan bagian dalam, dan daun telinga bagian kanan.
2. Naomi Oktoviani Pawali, perempuan, 10 tahun, luka pada leher dan bibir depan.
3. Maria Katrina Yeni, perempuan, 8 tahun, luka pada leher, jari tunjuk, dan jari tengah.
4. Gladis Riwu Rohi, perempuan, 11 tahun, luka pada leher dan jari.
5. Dian Suryanti Kore Bunga, perempuan, 11 tahun, luka leher.
6. Alberto Tamelan, laki-laki, 10 tahun, luka leher.
7. Aldi Miha Djami, laki-laki, 11 tahun.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon