Ini Pernyataan Fahri Hamzah Usai Dinyatakan Menang Atas DPP PKS

Rabu, 14 Desember 2016 | 20:05 WIB
MS
IC
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: CAH
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta - Usai diputuskan menang oleh PN Jakarta Selatan atas sengketa dirinya melawan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah menyatakan dirinya berterima kasih kepada para kader partai yang selalu menyemangatinya walau "ditekan" oleh struktur PKS.

Fahri menjelaskan, PN Jakarta Selatan memutuskan mengabulkan seluruh gugatannya, yang intinya semua Tergugat dianggap melakukan perbuatan melawan hukum. Secara eksplisit, disebutkan juga keputusan DPP PKS memecat dirinya adalah batal demi hukum. Alasannya, adalah karena Mahkamah Partai PKS atau Majelis Tahkim, dinyatakan tak sah karena belum ada pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Selain perintah mencabut keputusan yang dibuat, juga meminta semua pihak tak melakukan perubahan posisi dirinya sebagai anggota partai, anggota Fraksi PKS, dan pimpinan DPR.‎ Pengadilan juga memerintahkan para Tergugat mengganti kerugian immateriil Rp 30 miliar.

"Inilah keputusan sangat gamblang dari PN Jaksel. Saya anggap ini sebagai suatu keputusan yang menjadi hadiah bagi kader-kader PKS di seluruh Indonesia," kata Fahri Hamzah, dalam konferensi pers, Rabu (14/12).

"Karena betapapun, setahun ini, posisi saya membuat kader dilematis. Sebab ada oknum yang bekerja menekan kader untuk tak berhubungan dengan saya. Fraksi seperti dilarang berkomunikasi dengan saya. Seolah kita semua diseret melanggar hukum dan tak taat ke pengadilan."

Ditegaskan Fahri, dirinya menggugat keputusan DPP PKS memecatnya adalah agar pimpinan PKS mengambil pelajaran besar. Bahwa bila PKS ingin bermigrasi dari pemikiran yang selalu berdiri sebagai institusi non politik ke institusi negara, maka pemikiran dan perilakunya juga harus distandardisasi sesuai perilaku bernegara.

"Kalau PKS mau menjadi parpol modern dan demokratis, kalau ingin mendirikan demokrasi di Indonesia, maka PKS juga harus demokratis dan menghormati hukum," kata Fahri.

"Oleh sebab itu, langkah saya ini semata-mata agar kita belajar. PKS adalah miniatur negara, maka perilaku dan sikap kita harus mencerminkan kenegarawanan."

Lebih jauh, Fahri mengatakan bahwa dirinya akan segera mengirim surat kepada Majelis Syuro PKS untuk menyampaikan putusan pengadilan tersebut. Fahri ingin agar para pimpinan tertinggi partainya memikirkan dan membuat evaluasi perjalanan partai selama setahun ini.

"Sebab setahun ini sangat dipenuhi tindakan tak produktif, tak mencerminkan watak PKS. Saya berharap ada evaluasi, termasuk dengan struktur sekarang. Kita harap ada pembenahan sehingga kita membangun partai kita ke depan," tandas Fahri.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon