Dua Paslon Beda Sikap Soal Kampanye Putaran Kedua
Kamis, 23 Februari 2017 | 16:42 WIB
Jakarta - Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar kampanye putaran kedua ditanggapi berbeda oleh dua kubu pasangan calon (paslon) yang lolos. Kubu pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) menegaskan, tidak ada urgensi tahapan kampanye menjelang pemungutan suara putaran kedua. Sedangkan, kubu pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyambut positif keputusan itu.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Bambang Waluyo Wahab menegaskan tidak ada urgensinya kampanye untuk putaran kedua. Alasannya, kampanye selama 3,5 bulan yang dilakukan pada putaran pertama sudah cukup.
Menurutnya, bila dilakukan kampanye lagi, pasangan Ahok-Djarot yang akan dirugikan. Sebab, sebagai petahana, keduanya seharusnya aktif menjalankan tugas sebagai gubernur dan wagub DKI Jakarta. Bila kampanye diadakan, otomatis mereka harus cuti kembali.
"Khusus bagi Basuki-Djarot, justru hanya akan mengurangi waktu kerja mereka. Jangan lupa ada banyak hal penting lain yang harus diutamakan. Antara lain tanggung jawab mereka menjalankan roda pemerintahan provinsi. Banyak pekerjaan yang terancam, yang bisa-bisa mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan," jelasnya.
Selain itu, adanya kampanye di putaran kedua juga membutuhkan dana. Menggalang dana dalam waktu singkat juga bukan pekerjaan mudah. "Bisa (menggalang dana) tetapi tidak mudah. Karena kami memperlihatkan dana itu dari partisipasi atau donasi masyarakat pendukung Basuki-Djarot," ujarnya.
Sebaliknya, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Muhammad Taufik menuturkan, masa kampanye memberi kesempatan kepada semua paslon untuk mempertajam visi dan misinya secara lebih komprehensif. Warga ibukota jauh lebih mengenal dengan calon pemimpin ibukota selama lima tahun ke depan dan makin mengetahui lebih jauh program-program pembangunan yang disusun oleh Anies-Sandi.
"Waktu sebulan itu kurang lebih cukup untuk semakin memperdalam visi misi Anies-Sandi kepada masyarakat, sehingga saat diadakan pemungutan suara tahap kedua mereka tidak lagi ragu dengan program kami," ujar Taufik.
Ia mengatakan pihaknya saat ini juga sudah melakukan penyusunan metode kampanye di putaran kedua dan melakukan persiapan dalam hal pendanaan kampanye di putaran kedua. "Saya rasa Anies dan Sandi selama ini sudah cukup baik dan sangat efisien dalam menggunakan dana kampanye, jadi mereka dari awal memang sudah mengantisipasi jika Pilkada DKI ini akan dilakukan dua putaran," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Media Center Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, mengatakan pihaknya akan selalu mematuhi aturan dari KPU Provinsi DKI Jakarta perihal kampanye di tahapan kedua. "Jika memang regulasi dari KPU DKI memberikan waktu kampanye di putaran kedua tentu kami akan manfaatkan waktunya," kata Naufal.
Ia menyebutkan pihaknya masih membahas lebih dalam tentang skenario kampanye apakah sama dengan putaran pertama lalu atau ada perbedaan. "Kita juga harus perhatikan berapa lama waktu kampanye yang diberikan KPU dan juga apakah regulasinya tidak jauh berbeda dengan kampanye putaran pertama lalu. Strategi kampanye kita akan menyesuaikan dengan aturan main yang ditetapkan KPU DKI," tambahnya.
Naufal juga mengaku akan kembali memanfaatkan peran kampanye melalui media sosial (medsos) yang selama ini memang terasa cukup efektif dalam menggaet kalangan muda atau generasi yang sudah melek teknologi internet dan smartphone.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




