Menteri PAN dan RB Targetkan 400 Daerah Perbaiki LAKIP

Kamis, 11 Mei 2017 | 14:12 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negaraa dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negaraa dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) Asman Abnur menargetkan 400 daerah yang nilai Laporan Akuntabilas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) B ke bawah, agar lebih baik pada tahun 2017.

Menurut Asman, masih banyaknya daerah yang mendapatkan penilaian rendah karena antara program dan kegiatan tidak sinkron. "Akibatnya, terjadi adalah pemborosan anggaran," katanya usai menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/5).

Ia mencontohkan pembangunan irigasi di daerah yang dianggarkan selama tiga tahun. Kenyatannya, selama satu tahun tidak pernah menyatu karena sumber airnya tidak ada. Pemda hanya mementingkan bahwa pembangunan selesai.

Hal seperti itu, tegasnya, dipastikan tidak akan terulang ke depannya. Untuk itu, ia meminta agar Sekretaris Daerah (Sekda) menjalankan tugas pengawasan dengan amanah, agar tidak ada lagi program yang salah sasaran dan berujung pada pemborosan anggaran.

"Ke depan tak ada lagi program yang tidak nyambung satu sama lain. Saya mohon Sekda menjadi motor dalam perbaiki kinerja. Tidak ada lagi unit yang tidak jelas sasarannya. Saya targetkan tahun ini, 400 daerah yang nilainya B ke bawah, kalau bisa kita perbaiki anggaran mubazir yang tidak tepat sasaran," katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemkeu) perihal penerapan sistem e-government, yang hanya akan berisi dua laporan, yaitu laporan keuangan dan kinerja.

Asman juga sempat menyindir Apatur Sipil Negara (ASN) yang kerap menghabiskan anggaran untuk studi banding dan pulang tidak membawa hasil, tetapi hanya membawa buah tangan. "Masih banyak daerah yang belanja pegawainya di atas 50 persen. Kalau daerah itu kita ambil keputusan tidak ditambah dulu pegawainya. Tolong perbaiki komposisinya," ungkapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon