5 Jam Macet di Cikampek
Senin, 26 Juni 2017 | 19:04 WIB
Jakarta - Apa jadinya kalau semua pemudik berpikiran sama? Jawabnya adalah kemacetan. Itulah yang terjadi pada hari Lebaran pertama, Minggu (25/6) dan hari Lebaran kedua, Senin (26/6). Dalam dua hari itu, Tol Cikampek macet parah. Jakarta-Cikampek memakan waktu tujuh jam pada hari Lebaran pertama dan lima jam pada hari Lebaran kedua.
"Saya kira Lebaran kedua mudik lancar. Eh, ternyata, macet begini," kata seorang pria paruh baya yang hendak mudik ke Semarang kepada Beritasatu.com, Senin (26/6).
Ia dan keluarganya terpaksa beristirahat bahu jalan Tol Cikampek, km 39 karena semua rest area penuh oleh pemudik yang hendak istirahat, makan, dan mengisi bahan bakar.
Dia mengaku sudah delapan jam menempuh perjalanan dari Tangerang. "Saya memilih pulang kampung setelah Lebaran pertama dengan perkiraan jalan sudah longgar. Rupanya banyak pemudik yang berpikiran sama," ujar pria bersama istri dan tiga anaknya.
Kamacetan parah yang terjadi di Tol Cikampek tidak semata-mata karena kecelakaan lalu lintas, tetapi juga tingginya arus lalu lintas. Tidak sedikit orang yang memilih mudik usai Lebaran. Liburan panjang membuat pemudik tidak perlu harus terburu-buru. Semua Kantor pemerintah dan swasta libur hingga Jumat (30/6). Para pegawai dan karyawan baru kembali masuk kantor hari Senin (3/7).
Kemacetan Tol Cikampek terjadi hingga km 50. Tetapi, polisi memberlakukan contra flow hingga km 61.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




